Likuiditas Perbankan Mulai Mengetat Akibat Tekanan Global
Manajemen menargetkan batas LDR bertahan di posisi 85%-90% sampai akhir tahun.
Adapun per Mei 2026, volume DPK Bank CIMB Niaga berhasil menyentuh Rp 326,2 triliun, atau mengalami peningkatan sebesar 8,22% yoy.
Direktur Risiko, Kepatuhan dan Hukum PT Allo Bank Indonesia Tbk, Ganda Raharja turut mengonfirmasi bahwa pengetatan likuiditas mulai berembus sejak awal Juni 2026.
Ganda menjabarkan bahwa kenaikan BI Rate memicu persaingan yang lebih ketat antarbank dalam menghimpun dana masyarakat.
"Since awal Juni kami mulai merasakan ketatnya likuiditas. Kenaikan BI Rate juga mulai mengerek suku bunga penempatan dana maupun suku bunga pinjaman," ujarnya.
Langkah antisipasi yang diambil Allo Bank adalah menerapkan prinsip selektif dalam penyaluran kredit serta menekan biaya dana.
Walau insentif KLM dinilai membantu, Ganda memandang stimulus tersebut bukan motor utama penggerak likuiditas bank.
Ketidakpastian geopolitik global diperkirakan terus memengaruhi arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia, sehingga likuiditas ketat berpotensi awet hingga akhir tahun.
Allo Bank membidik rasio LDR di kisaran 80%-100% pada akhir tahun.
Sebaliknya, Direktur Kepatuhan sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Bank Oke Indonesia Tbk (OK Bank), Efdinal Alamsyah memandang kapasitas likuiditas internalnya masih memadai untuk menunjang ekspansi bisnis.
Meski begitu, ia tidak menampik bahwa lonjakan BI Rate memicu persaingan ketat dalam penyerapan dana sekaligus mengerek cost of fund industri.
"Kami terus mengoptimalkan pertumbuhan dana murah, memperkuat basis nasabah, dan menjaga penyaluran kredit secara selektif agar tetap sejalan dengan kemampuan pendanaan," ujarnya.
OK Bank memasang target pertumbuhan DPK sebesar 11% tahun ini, mematok angka yang lebih tinggi dari target kredit di level 9%.
Langkah ini diambil demi menyeimbangkan rasio LDR perseroan yang saat ini posisinya berada di atas rata-rata industri perbankan.
>>> Pratama Arhan Resmi Berstatus Bebas Transfer Usai Dilepas Bangkok United
Kebijakan insentif KLM dari Bank Indonesia diakui Efdinal tetap memberikan ruang fleksibilitas bagi likuiditas bank dalam mendukung pembiayaan ke sektor produktif.
Update Terbaru
ACC Raih Empat Penghargaan HR Asia 2026, Bukti Komitmen Budaya Kerja Unggul dan Inklusif
Senin / 22-06-2026, 22:29 WIB
Nasib Insentif Kendaraan Listrik 2026 Masih Menggantung, Ini Respons Pemerintah
Senin / 22-06-2026, 22:28 WIB
Usul Rokok Murah DPR Dikritik: Manjakan Korporasi Besar, Gerus Penerimaan Negara
Senin / 22-06-2026, 22:28 WIB
Gangguan Internet Global Setelah Fiber Optik Terputus, Cloudflare Turun
Senin / 22-06-2026, 22:22 WIB
Jamie Carragher Minta Thomas Tuchel Cadangkan Satu Pemain Timnas Inggris
Senin / 22-06-2026, 22:21 WIB
Andy Burnham Siap Gantikan Starmer sebagai PM dalam Hitungan Minggu
Senin / 22-06-2026, 22:21 WIB
Badan Intelijen Five Eyes Peringatkan AI Mampu Jatuhkan Pemerintah dalam Hitungan Bulan
Senin / 22-06-2026, 22:21 WIB
Peter Andre Bantah Klaim Lee Andrews yang Mengaku Adopsi Anak-anaknya
Senin / 22-06-2026, 22:21 WIB
Trump Pamer Pesawat Kepresidenan Baru Rp 6,5 Triliun, Dijuluki 'Gedung Putih Terbang'
Senin / 22-06-2026, 22:18 WIB
Gaun Floral Karen Millen untuk Tamu Pernikahan, Diskon 40%
Senin / 22-06-2026, 22:17 WIB
Greta Thunberg: Gelombang Panas 40°C di Inggris Baru Awal
Senin / 22-06-2026, 22:17 WIB
Lee Jong Suk Resmi Jadi Duta Merek Asia MIDO
Senin / 22-06-2026, 22:07 WIB
KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi MBG ke 'Pemain' Lain
Senin / 22-06-2026, 22:07 WIB
Hummer H3 Tenggelam dalam Hitungan Detik Saat Peluncuran Perahu Gagal
Senin / 22-06-2026, 22:07 WIB






