Likuiditas Perbankan Mulai Mengetat Akibat Tekanan Global
"Kalau likuiditas sedang ketat, bank akan lebih hati-hati dalam menyalurkan kredit. Mereka juga harus menjaga posisi likuiditas yang dimiliki," katanya.
Prospek Kredit dan DPK
Kendati demikian, ekspansi kredit diprediksi masih memiliki ruang tumbuh. Sektor-sektor yang kebal terhadap guncangan ekonomi global seperti pangan, konsumsi harian, transportasi, dan perumahan menjadi tumpuan utama.
Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) dari Bank Indonesia juga dinilai efektif menopang likuiditas. Myrdal mengalkulasi kontribusi insentif ini terhadap pertumbuhan bisnis perbankan bisa mencapai kisaran 8%.
"Dampaknya cukup positif, walaupun tentu bukan satu-satunya faktor yang menentukan pertumbuhan kredit," ujarnya.
Hingga akhir tahun, Myrdal memproyeksikan penyaluran kredit mampu tumbuh di level 8,7%, sedangkan pertumbuhan DPK diperkirakan berada di angka 12,2%.
Di sisi lain, Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk, Lani Darmawan memprediksi bahwa tantangan likuiditas ketat ini masih akan membayangi industri hingga pengujung tahun.
"Likuiditas pasti akan semakin ketat dan cost of fund akan naik," ujar Lani.
>>> Mbappe Lebih Incar Trofi Piala Dunia daripada Rekor Gol Messi
Persoalan perbankan saat ini dinilai tidak hanya berpusat pada ketersediaan dana, melainkan juga dipengaruhi oleh permintaan kredit yang masih landai.
Kondisi ini berisiko menggerus margin bunga bersih atau net interest margin (NIM).
Sebab, permintaan kredit yang ada didominasi oleh sektor korporasi yang memiliki tingkat imbal hasil cenderung lebih rendah.
"Yang kritikal adalah margin yang akan terus tergerus karena kredit yang lebih tersedia saat ini adalah korporasi dengan yield relatif lebih rendah," katanya.
Menyikapi hal itu, CIMB Niaga berfokus mempertebal porsi dana murah (CASA) lewat pengelolaan rekening operasional korporasi, payroll, cash management, serta tabungan mass market.
Update Terbaru
ACC Raih Empat Penghargaan HR Asia 2026, Bukti Komitmen Budaya Kerja Unggul dan Inklusif
Senin / 22-06-2026, 22:29 WIB
Nasib Insentif Kendaraan Listrik 2026 Masih Menggantung, Ini Respons Pemerintah
Senin / 22-06-2026, 22:28 WIB
Usul Rokok Murah DPR Dikritik: Manjakan Korporasi Besar, Gerus Penerimaan Negara
Senin / 22-06-2026, 22:28 WIB
Gangguan Internet Global Setelah Fiber Optik Terputus, Cloudflare Turun
Senin / 22-06-2026, 22:22 WIB
Jamie Carragher Minta Thomas Tuchel Cadangkan Satu Pemain Timnas Inggris
Senin / 22-06-2026, 22:21 WIB
Andy Burnham Siap Gantikan Starmer sebagai PM dalam Hitungan Minggu
Senin / 22-06-2026, 22:21 WIB
Badan Intelijen Five Eyes Peringatkan AI Mampu Jatuhkan Pemerintah dalam Hitungan Bulan
Senin / 22-06-2026, 22:21 WIB
Peter Andre Bantah Klaim Lee Andrews yang Mengaku Adopsi Anak-anaknya
Senin / 22-06-2026, 22:21 WIB
Trump Pamer Pesawat Kepresidenan Baru Rp 6,5 Triliun, Dijuluki 'Gedung Putih Terbang'
Senin / 22-06-2026, 22:18 WIB
Gaun Floral Karen Millen untuk Tamu Pernikahan, Diskon 40%
Senin / 22-06-2026, 22:17 WIB
Greta Thunberg: Gelombang Panas 40°C di Inggris Baru Awal
Senin / 22-06-2026, 22:17 WIB
Lee Jong Suk Resmi Jadi Duta Merek Asia MIDO
Senin / 22-06-2026, 22:07 WIB
KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi MBG ke 'Pemain' Lain
Senin / 22-06-2026, 22:07 WIB
Hummer H3 Tenggelam dalam Hitungan Detik Saat Peluncuran Perahu Gagal
Senin / 22-06-2026, 22:07 WIB






