Seorang pria di Singapura dijatuhi hukuman penjara enam tahun satu bulan karena mengeksploitasi remaja laki-laki dengan fetish melihat mereka mengalami diare dan kram perut.

Chew Jun Yang (Sean), warga negara Singapura berusia 36 tahun, mengaku bersalah atas 11 dakwaan pada Kamis (18/6/2026).

in1

>>> Komunitas Modifikasi Yamaha Aerox Pamerkan Karya Kreatif di We Are Aerox Society

Dakwaan meliputi penipuan dengan menyamar, komunikasi seksual, menyebabkan luka dengan obat tidak sehat, dan menipu untuk membuat rekaman intim.

Sebanyak 17 dakwaan lainnya turut dipertimbangkan dalam vonis. Jaksa menuntut hukuman antara enam tahun empat bulan hingga tujuh tahun satu bulan.

Modus Operandi

Chew menghubungi setidaknya 30 korban potensial dari 2018 hingga 2023. Ia menyamar sebagai teman lama SD dan meminta informasi pribadi seperti nama, usia, sekolah, dan foto.

Ia mengincar anak laki-laki pra-remaja berusia 13-15 tahun.

>>> Prancis vs Irak: Laga Krusial Grup I Piala Dunia 2026

Chew meminta mereka menceritakan pengalaman keracunan makanan atau diare, bahkan menyuruh mereka mengonsumsi zat tertentu untuk memicu sakit perut.

Dalam satu kasus, Chew menyasar siswa SMP dengan dalih proyek sekolah tentang reaksi tubuh terhadap protein. Ia merekam panggilan video dan meyakinkan korban bahwa rekaman akan disensor.

Korban baru menyadari penipuan pada Januari 2021 setelah bertemu teman SD asli yang identitasnya ditiru Chew. Ia langsung mengonfrontasi pelaku.

Polisi menyita ponsel Chew pada April 2020 dan menemukan video pelecehan anak. Meski dalam masa jaminan, Chew tetap mengulangi perbuatannya hingga ditangkap September 2023.

>>> KSPI Ungkap Potensi PHK Massal di Dua Pabrik Komponen Otomotif Jawa Timur

Laporan Institute of Mental Health (IMH) Juli 2025 menyatakan Chew mengidap gangguan fetishistik sejak usia 17-18 tahun. Jaksa menegaskan gangguan itu bukan faktor meringankan karena Chew memahami kondisinya.