Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar pertemuan terpisah dengan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di sela-sela KTT Peringatan ASEAN-Rusia di Kazan, Kamis (18/6).

Dalam pertemuan dengan Anutin, kedua pemimpin sepakat memperluas kerja sama di bidang perdagangan, energi, dan keamanan, menurut laporan Thai Enquirer.

in1

>>> BI Tegaskan Transaksi Pariwisata di Indonesia Wajib Gunakan Rupiah

Diskusi juga menyoroti dampak ketegangan di Timur Tengah terhadap keamanan energi global dan rantai pasok dunia.

Thailand menyambut dukungan Rusia untuk pengembangan kerja sama di sektor energi bersih, gas alam cair (LNG), petrokimia, dan pupuk.

Kedua pihak juga mendukung kelanjutan perundingan perjanjian perdagangan bebas antara Thailand dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).

Selain itu, kedua negara membahas kerja sama di bidang pertahanan, kesehatan masyarakat, ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan, kecerdasan buatan, keamanan siber, serta pemberantasan penipuan daring.

Kedua pemimpin juga sepakat memperkuat sektor pariwisata dan pertukaran budaya menjelang peringatan 130 tahun hubungan diplomatik pada 2027.

Anutin menyebut hampir dua juta wisatawan Rusia berkunjung ke Thailand sepanjang 2025.

Dalam pertemuan terpisah, Wong dan Putin meninjau hubungan bilateral serta kerja sama kawasan.

>>> Ibu Kiper Tanjung Verde Vozinha Akhirnya Dapat Visa AS untuk Dukung di Piala Dunia 2026

Usai pertemuan, Wong menegaskan kembali posisi Singapura terkait Ukraina melalui unggahan di platform media sosial X.

Ia mengatakan posisi Singapura didasarkan pada keyakinan bahwa kedaulatan dan integritas wilayah semua negara harus dihormati.

Wong juga bertemu dengan pemimpin Republik Tatarstan Rustam Minnikhanov dalam kunjungan pertamanya ke Kazan.

Dalam unggahan di X, Wong mengatakan Minnikhanov mengenang pertemuannya dengan PM pertama Singapura Lee Kuan Yew serta hubungan persahabatan yang telah terjalin dengan warga Singapura selama bertahun-tahun.

Menurut Wong, hal itu mencerminkan hubungan yang telah lama terjalin antara Singapura dan republik di dalam Federasi Rusia tersebut.

Berdasarkan data Kamar Dagang dan Industri Thailand-Rusia, nilai perdagangan kedua negara mencapai sekitar 1,5 miliar dolar AS (hampir Rp27 triliun).

>>> PLN Berlakukan Pemadaman Bergilir Terbatas di Pulau Jawa Akibat Gangguan Dua Pembangkit

Sementara itu, Singapura tetap menjadi salah satu mitra dagang terbesar Rusia di Asia Tenggara, dengan nilai perdagangan bilateral yang dalam beberapa tahun terakhir melampaui 4 miliar dolar AS, menurut data Kementerian Pembangunan Ekonomi Rusia dan pemerintah Singapura.