Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan kepastian arah revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 baru akan terlihat setelah negosiasi dengan industri perbankan rampung pada Juli mendatang.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan kondisi pasar masih dinamis sehingga belum bisa disimpulkan apakah target bisnis perbankan akan naik atau turun.

in1

>>> Jerman Bungkam Pantai Gading 2-1, Denis Undav Jadi Penentu di Injury Time

"Yang kami harapkan ada peningkatan. Juni belum selesai.

Nanti kita akan lihat.

Setelah semua masuk dan negosiasi selesai, baru Juli akan terlihat apakah direvisi turun atau direvisi naik," ujar Dian.

Arah kebijakan setiap manajemen bank dipengaruhi oleh proyeksi mereka terhadap dinamika ekonomi ke depan. Saat ini beberapa indikator makro mulai menunjukkan sinyal positif.

"Kalau misalnya rupiah sekarang stabil, kemudian pasar modal juga mulai recover, saya kira ini momen yang baik," kata Dian.

>>> Indonesia dan Italia Jalin Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Dian menambahkan bahwa penyesuaian suku bunga acuan Bank Indonesia memerlukan waktu sebelum bertransmisi penuh ke sektor riil. Dampaknya tidak langsung mengganggu pertumbuhan bisnis bank tahun ini.

"Kalau dibandingkan suasana dua bulan terakhir, mudah-mudahan kalau bisa bounce back ke (situasi seperti) awal-awal tahun ini sudah cukup bagus," ujar Dian.

Selain faktor makro, OJK mendorong perbankan untuk mengoptimalkan penyaluran kredit pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berdasarkan pemetaan potensi daerah unggulan.

"Nah itu akan ada negosiasi yang kita lakukan dengan bank. Kita juga sudah siapkan data per sektor dan per daerah.

>>> Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

Harapannya sumber-sumber keunggulan daerah itu bisa didorong melalui peningkatan UMKM," kata Dian.