Film dokumenter Maternal Instinct resmi tayang di Netflix sejak 12 Juni 2026 dan langsung menjadi perbincangan luas di media sosial. Tayangan ini mengangkat kasus kriminal yang mengguncang Amerika Serikat karena kekejaman yang sulit diterima nalar.

Dokumenter tersebut menyoroti kisah nyata Taylor Parker, perempuan asal Texas Timur yang selama berbulan-bulan berpura-pura hamil untuk menutupi kenyataan bahwa dirinya tidak dapat memiliki anak.

in1

Kebohongan itu dibangun dengan berbagai cara. Parker disebut menggunakan dokumen pemeriksaan kehamilan palsu, termasuk hasil USG dan riwayat medis yang direkayasa agar orang-orang di sekelilingnya percaya bahwa ia sedang mengandung.

Kasus ini mencapai puncak tragedi pada 2020 ketika Parker membunuh Reagan Simmons-Hancock, perempuan berusia 21 tahun yang tengah mengandung. Setelah menghabisi nyawa korban, ia mengeluarkan bayi yang masih berada di dalam kandungan tersebut.

>>> Bahlil: Pemadaman Listrik Bukan karena Pasokan Batu Bara, Itu Masalah Teknis PLN

Rekaman Asli Jadi Bagian Penting Dokumenter

Maternal Instinct tidak hanya mengulas kronologi kejahatan, tetapi juga menampilkan berbagai materi investigasi yang digunakan dalam proses penanganan kasus.

Penonton diperlihatkan rekaman kamera dasbor kendaraan polisi, kamera tubuh petugas, serta kesaksian dari sejumlah orang yang memiliki hubungan langsung dengan peristiwa tersebut.

Melalui materi itu, dokumenter menggambarkan bagaimana kebohongan yang dibangun Parker memengaruhi pacar, keluarga, hingga teman-temannya sebelum akhirnya terungkap oleh aparat penegak hukum.

Berujung Hukuman Mati

Proses hukum yang berjalan setelah kejadian berakhir dengan vonis berat bagi Taylor Parker. Ia dinyatakan bersalah atas pembunuhan berencana dalam kasus tersebut.

Hingga kini Parker masih berada dalam hukuman mati atas kejahatan yang dilakukan terhadap Reagan Simmons-Hancock dan bayi yang dikandung korban.