Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengajak masyarakat untuk menyumbangkan buku guna menambah koleksi perpustakaan daerah.

Kepala DPK Kepri M. Bisri mengatakan saat ini perpustakaan milik Pemerintah Provinsi Kepri baru memiliki sekitar 20 ribu judul buku.

in1

>>> Menko PM: Teladan Ulama Lahirkan Bangsa Berkarakter dan Masyarakat Berdaya

Standar ideal koleksi perpustakaan daerah mencapai sedikitnya 50 ribu judul.

"Koleksi kita memang masih kurang. Saat ini baru sekitar dua puluhan ribu judul, sementara standarnya harus sekitar 50 ribu judul.

Karena itu kami membuka dan menerima sumbangan buku dari masyarakat," ujar Bisri di Batam, Ahad.

Bisri mencontohkan seorang pelajar SMA yang melanjutkan pendidikan di luar negeri baru-baru ini menyumbangkan seluruh koleksi novel miliknya kepada perpustakaan daerah.

"Kemarin ada anak SMA yang sekolah di luar negeri menyerahkan seluruh buku novelnya kepada kami. Kami sangat senang.

Mungkin banyak masyarakat yang memiliki buku-buku bagus di rumah dan bisa disumbangkan agar dibaca oleh masyarakat lain," ujarnya.

Masyarakat yang ingin menyumbangkan buku dapat langsung menyerahkannya ke Perpustakaan Provinsi Kepri di Tanjungpinang atau UPT Perpustakaan Raja Muhammad Sani di Batam.

Setiap buku yang diterima akan melalui proses seleksi dan penilaian sebelum dimasukkan ke dalam koleksi perpustakaan.

>>> IDX BUMN20 Tampil Tangguh di Tengah Volatilitas Pasar Saham

"Bisa langsung ke perpustakaan Pemprov Kepri maupun perpustakaan di Kabupaten/Kota yang terdekat," kata Bisri.

Selain menambah koleksi perpustakaan daerah, buku-buku yang terkumpul juga akan disalurkan melalui berbagai program literasi.

"Kami juga terus membagikan buku ke taman baca, perpustakaan sekolah, sampai ke lapas (lembaga pemasyarakatan). Jadi buku yang masuk akan memberikan manfaat yang lebih luas," katanya.

Bisri menambahkan pihaknya bersama Dinas Perpustakaan kabupaten/kota di Kepri berkomitmen memperkuat Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) melalui penambahan koleksi buku, penguatan perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat, dan peningkatan layanan digital melalui e-Library.

"Kami akan terus mendorong Tingkat Kegemaran Membaca (TKGM) melalui Gerakan Keluarga Gemar Membaca dan adanya ruang baca keluarga," kata dia.

Pihaknya juga mendorong Gerakan Keluarga Gemar Membaca dengan menghadirkan pojok baca di rumah, kantor pemerintahan, tempat ibadah, hingga kafe.

"Yang juga menjadi perhatian adalah pemanfaatan perpustakaan oleh masyarakat.

>>> Apakah Parfum Kedaluwarsa Masih Bisa Dipakai? Kenali Ciri-cirinya

Bukan hanya jumlah bukunya yang ditambah, tetapi bagaimana masyarakat semakin gemar membaca dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan yang ada," kata Bisri.