Kisah Klabu: Berawal dari Obrolan Dua Ibu, Kini Hidupkan Literasi di Taman Kota Jagakarsa
Sebuah gerakan literasi di Jagakarsa, Jakarta Selatan, bermula dari obrolan dua ibu rumah tangga.
Pipit Dwia dan Sri Dewi Susanty (Santy) membangun komunitas Klabu yang kini aktif di taman-taman kota.
>>> Transmart Full Day Sale 21 Juni 2026: Diskon Elektronik hingga 50%+20%
Awalnya kegiatan hanya dilakukan dalam lingkup kecil di lingkungan Sekolah Tetum Bunaya. Melihat banyaknya ruang terbuka hijau di Jagakarsa, mereka kemudian membuka kegiatan untuk umum.
"Karena di Jagakarsa banyak taman, jadi kami manfaatkan ruang terbuka hijau yang ada.
Dari taman ke taman, akhirnya kami buka juga untuk umum supaya lebih banyak ibu-ibu yang saling menyemangati untuk membaca lagi," ujar Santy.
Suasana Taman Ketika Bacaman
Pada Kamis (18/6/2026), suasana di Taman Kampung Kandang, Jagakarsa, tampak berbeda.
Anak-anak menggambar dan bermain di atas rumput, sementara sekelompok ibu muda duduk melingkar sambil memegang buku.
Lewat komunitas Klabu, kegiatan membaca dipadukan dengan pengasuhan anak di ruang terbuka. Taman kota yang biasanya menjadi tempat bermain disulap menjadi ruang belajar, berdiskusi, dan saling bertukar cerita.
Usai sesi membaca senyap, para peserta melanjutkan dengan diskusi kelompok. Setiap ibu membagikan isi buku yang dibaca, membicarakan sudut pandang baru, hingga bertukar pengalaman.
>>> Harga Emas Antam Turun Rp5.000, Kini Rp2.668.000 per Gram
Perjalanan Klabu dari perkumpulan kecil hingga mampu menggerakkan ibu-ibu di ruang publik bahkan di luar dugaan anggotanya sendiri.
Melly, salah satu anggota sejak awal, mengaku tak menyangka perkembangannya.
"Saya sendiri enggak sangka kalau Klabu ini akan sebesar ini. Baru setahun ikut, tapi kegiatannya makin berkembang dan ada value yang benar-benar positif," ujar Melly.
Pipit, inisiator Klabu, berharap gerakan ini tetap hidup meski anak-anak para anggotanya sudah tidak lagi bersekolah.
"Harapannya tidak terbatas ketika anak-anaknya masih sekolah saja, tapi setelah lulus tetap bisa lanjut komunitasnya," kata Pipit.
Klabu menunjukkan bahwa memperluas akses literasi tidak selalu membutuhkan fasilitas besar.
>>> Herve Renard Resmi Latih Timnas Tunisia di Piala Dunia 2026
Dengan menghidupkan taman kota dan menjaga konsistensi kegiatan, ruang publik dapat menjadi tempat tumbuhnya budaya membaca yang lebih dekat dan inklusif.
Update Terbaru
Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya
Minggu / 21-06-2026, 08:40 WIB
Harga Emas Antam Anjlok Rp 43.000 per Gram pada 20 Juni 2026
Minggu / 21-06-2026, 08:40 WIB
CORTIS Debut di Allo Bank Festival 2026, Martin Teriak 'Indonesia Mana Suaranya?'
Minggu / 21-06-2026, 08:36 WIB
KPK-Pemprov Jakarta Resmikan Halte Setiabudi Integritas
Minggu / 21-06-2026, 08:36 WIB
Rekomendasi Sunscreen Tahan Air agar Tidak Luntur Saat Berkeringat
Minggu / 21-06-2026, 08:36 WIB
Harga Emas Antam Stagnan pada 21 Juni 2026, Cek Rinciannya
Minggu / 21-06-2026, 08:36 WIB
Penumpang Bandara Minangkabau Anjlok 61 Persen, Armada Pesawat Terbatas
Minggu / 21-06-2026, 08:36 WIB
Grammy Awards Tambah Kategori Best Asian Pop Music Performance Mulai 2027
Minggu / 21-06-2026, 08:31 WIB
3 Sunscreen Sweatproof agar Tidak Luntur Saat Berkeringat
Minggu / 21-06-2026, 08:31 WIB
AI Impact Challenge Tampilkan Inovasi Digital Lulusan METC
Minggu / 21-06-2026, 08:31 WIB
Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan
Minggu / 21-06-2026, 08:26 WIB
Wapres AS Vance Bertolak ke Swiss untuk Perundingan dengan Iran
Minggu / 21-06-2026, 08:26 WIB
Babak Pertama Ekuador vs Curacao Berakhir Imbang Tanpa Gol
Minggu / 21-06-2026, 08:24 WIB
Pengetahuan Masyarakat Adat Kunci Atasi Krisis Iklim
Minggu / 21-06-2026, 08:20 WIB






