"Rekomendasi saya, pemerintah perlu menyiapkan simulasi skenario, misalkan ICP 70–90 dolar AS per barel, karena ketidakpastian regime jauh lebih besar daripada error statistik biasa," kata Yayan.

Meski demikian, ia meyakini bantalan fiskal Indonesia masih cukup kuat menghadapi skenario penutupan kembali Selat Hormuz.

in1

Pemerintah memiliki Saldo Anggaran Lebih (SAL) sekitar Rp420 triliun dan menjaga defisit di kisaran 2,9 persen.

Dengan rata-rata ICP di level 90 dolar AS per barel, defisit diperkirakan melebar sekitar Rp136 triliun.

Jika ICP mencapai 100 dolar AS per barel akibat penutupan Selat Hormuz, defisit bisa melebar Rp204 triliun.

>>> Menhub Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Konektivitas Transportasi Nasional

"Artinya, SAL Rp420 triliun masih menutup skenario penutupan ulang tanpa memotong belanja, tetapi sebagai asuransi sekali pakai, bukan solusi struktural," ujar Yayan.