Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) merevisi naik proyeksi permintaan minyak global jangka panjang.

Dalam laporan Prospek Minyak Dunia 2026 yang dirilis Kamis (18/6/2026), OPEC memperkirakan konsumsi minyak dunia mencapai 113,3 juta barel per hari pada 2030.

in1

>>> IHSG Ditutup Menguat Tipis ke 6.177 di Tengah Sentimen Domestik dan Global

Angka tersebut naik signifikan dibandingkan proyeksi 105,1 juta barel per hari pada 2025. Kenaikan ini didorong oleh pergeseran kebijakan energi global yang kembali mendukung bahan bakar fosil.

Faktor Pendorong Kenaikan Permintaan

OPEC menyebut beberapa faktor utama di balik optimisme ini. Pertama, revisi kebijakan pemerintah di Amerika Serikat dan Eropa yang lebih akomodatif terhadap minyak.

Kedua, pertumbuhan permintaan jangka panjang yang masif di India, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin. Ketiga, fokus global pada keamanan energi dan keterjangkauan energi mengubah lanskap kebijakan.

"Fokus yang meningkat pada keamanan energi dan keterjangkauan energi telah mengubah lanskap kebijakan energi di seluruh dunia," demikian pernyataan OPEC.

>>> Isabel Marant dan Havaianas Luncurkan Sandal Bohemian Edisi Terbatas

Penyesuaian dan pembalikan kebijakan di berbagai kawasan diproyeksikan mendukung permintaan minyak dalam jangka menengah dan panjang.

Contoh konkret adalah lambatnya adopsi kendaraan listrik di Eropa.

Selain itu, perubahan arah kebijakan energi di bawah Presiden AS Donald Trump yang memangkas dukungan terhadap sektor terbarukan turut mendorong optimisme.

>>> Persija Jakarta Perpanjang Kontrak Rayhan Hannan Tiga Musim

Untuk jangka panjang, OPEC memprediksi permintaan minyak bumi mentah dunia akan terus naik hingga 124 juta barel per hari pada 2050.