Kemenko PM Sinergi K/L Dorong Penyelesaian Isu Masyarakat Adat Badui
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) mendorong percepatan penyelesaian berbagai isu strategis yang dihadapi masyarakat adat Badui.
Isu tersebut mencakup tata kelola pemerintahan adat, pemanfaatan Dana Desa, perlindungan wilayah adat, hingga keberlanjutan ruang hidup masyarakat.
>>> Gejala Stroke yang Sering Tidak Disadari, Termasuk Vertigo Mendadak
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Daerah Tertentu Kemenko PM, Abdul Haris, menekankan perlunya langkah bersama.
"Diperlukan langkah bersama untuk memastikan kebijakan pembangunan dapat berjalan selaras dengan sistem adat yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Badui," kata Abdul Haris di Jakarta, Jumat.
Ia menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan harus menghormati nilai-nilai adat sekaligus memberikan kepastian dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
Menurut Abdul Haris, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat adat Badui merupakan isu lintas sektor yang memerlukan pendekatan kolaboratif, baik di tingkat pemerintah daerah maupun pusat.
Tantangan yang ada tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan program pemerintah, tetapi juga harmonisasi antara sistem administrasi pemerintahan nasional dengan tata kelola adat yang telah hidup secara turun-temurun.
>>> Polisi: Warga Dengar Cekcok Sebelum Wanita di Angke Tewas Dibunuh Suami
Kemenko PM akan mengkoordinasikan pembahasan lanjutan bersama kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah.
Hal ini bertujuan mendorong penyelarasan regulasi, penguatan tata kelola pemerintahan yang adaptif terhadap karakteristik masyarakat adat, serta percepatan penyelesaian isu wilayah adat dan pemberdayaan masyarakat.
Masyarakat Badui telah memperoleh pengakuan resmi oleh negara sebagai Masyarakat Hukum Adat yang mendiami wilayah Desa Kanekes melalui berbagai regulasi daerah.
Namun, implementasi kebijakan pembangunan, khususnya terkait pemanfaatan Dana Desa, masih menghadapi tantangan.
>>> Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap di RS Polri Usai Pemeriksaan
Hal ini disebabkan belum optimalnya harmonisasi antara mekanisme administrasi pemerintahan desa dengan tata kelola pemerintahan adat yang berlaku.
Update Terbaru
Subaru Sambar: Truk Kei Termurah yang Bisa Lakukan Apa yang Tak Bisa Dilakukan Silverado
Sabtu / 20-06-2026, 02:44 WIB
KDM Pilih Bangun Masjid Kecil Perkampungan Demi Kembalikan Esensinya
Sabtu / 20-06-2026, 02:40 WIB
KPK Tak Akan Duplikasi Kasus MBG yang Ditangani Kejagung
Sabtu / 20-06-2026, 02:35 WIB
HMSI Dukung Pendidikan Vokasi dengan Truk Hino 300 untuk SMKN 5 Makassar
Sabtu / 20-06-2026, 02:24 WIB
Wuling dan Grab Perluas Armada EV untuk Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Sabtu / 20-06-2026, 02:24 WIB
Amerika Serikat vs Australia: Kedua Tim Bidik Tiga Poin di Grup D
Sabtu / 20-06-2026, 02:20 WIB
Tips Merawat dan Mengecek Komponen Slow Moving pada Kendaraan
Sabtu / 20-06-2026, 02:12 WIB
Achraf Hakimi Hadapi Persidangan Kasus Dugaan Pemerkosaan di Prancis
Sabtu / 20-06-2026, 02:08 WIB
Ford Gugat Firma Hukum yang Diduga Tagih Rp15 Juta per Jam untuk Pekerjaan Rp200 Ribu
Sabtu / 20-06-2026, 02:04 WIB
Cuaca Buruk Justru Membantu Prancis Menang dalam Pertempuran Bersejarah
Sabtu / 20-06-2026, 02:04 WIB
Norton Mulai Distribusikan Superbike Manx R ke Dealer Inggris
Sabtu / 20-06-2026, 02:04 WIB
Hari Wartawan Nasional Malaysia Perkuat Kolaborasi Jurnalis ASEAN
Sabtu / 20-06-2026, 01:44 WIB
Brasil Bidik Kemenangan Perdana Lawan Haiti di Piala Dunia 2026
Sabtu / 20-06-2026, 01:35 WIB
Jadwal Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Australia 20 Juni 2026
Sabtu / 20-06-2026, 01:35 WIB






