Film dokumenter berjudul Pesta Babi kini dapat diakses secara luas melalui platform YouTube. Karya ini menyoroti eksploitasi lingkungan di tanah Papua.

Sebelumnya, film tersebut sempat mengalami pembubaran saat hendak diputar di beberapa wilayah.

>>> Cara Bayar Tagihan SPayLater Shopee 2026 Tanpa Ribet

Isi Film dan Latar Belakang

Sinema dokumenter ini mengangkat tema kolonialisme pada era modern. Proses penyutradaraan digarap oleh Dandhy Laksono bersama Cypri Dale.

Alur cerita berfokus pada aktivitas pembukaan lahan hutan atau deforestasi masif di Papua Barat.

Proyek agribisnis skala besar dinilai telah mengambil alih kawasan hutan yang menjadi tumpuan hidup masyarakat adat.

Tayangan ini merangkum kesaksian langsung warga asli saat berhadapan dengan alat-alat berat. Kehadiran aparat militer di kawasan tersebut juga disorot dalam mengawal proyek investasi.

Komunitas yang menyuarakan perlawanan berasal dari suku Marind, Yei, Awyu, dan Muyu di Papua selatan.

>>> Cara Top Up Koin TikTok dari DANA dan Pulsa dengan Mudah

Mereka menolak proyek biodiesel berbasis kelapa sawit serta bioetanol dari tebu untuk bahan bakar kendaraan.

Gerakan Sosial dan Akses Menonton

Isu gerakan sosial masyarakat adat ditunjukkan dalam menghadapi jaringan politikus, investor, militer, hingga lembaga keagamaan.

Aspek sejarah 60 tahun separasi militer Indonesia juga dihadirkan terkait penguasaan sumber daya alam.

Sebelum dirilis daring, penyelenggara memberlakukan ketentuan nonton bareng minimal 10 orang. Tercatat lebih dari 11.200 permintaan nobar dengan total 1.700 layar terselenggara di berbagai tempat.

Masyarakat kini dapat menyaksikan dokumenter berdurasi 1 jam 36 menit ini secara resmi melalui kanal YouTube Redaksi JubiTV mulai 22 Mei 2026.

>>> Yovie Widianto Ajak Pengunjung Jogja FinFest Bernyanyi Bareng di JEC

Penolakan terhadap ekspansi proyek didasari keinginan masyarakat adat untuk tetap hidup berdampingan dengan hutan, sungai bersih, dan sumber pangan tradisional.