DPD RI Bakal Sahkan Pansus Papua Pekan Depan
Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI tengah memfinalisasi pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Papua. Langkah ini diambil untuk membahas isu eksploitasi hutan dan ruang hidup masyarakat adat secara menyeluruh.
Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai menegaskan hal itu dalam sebuah diskusi kelompok terfokus di Jakarta pada Selasa (26/5).
>>> POGI Ungkap Bahaya Paparan BPA Terhadap Pubertas Dini Anak
Menurutnya, pembentukan pansus dipicu oleh banyaknya aspirasi dari kelompok masyarakat dan organisasi mahasiswa, seperti PMKRI, yang masuk ke DPD RI terkait persoalan sosial, lingkungan, serta pembangunan di Papua.
"Masalah Papua itu bukan masalah baru. Banyak organisasi dan kelompok masyarakat datang ke DPD menyampaikan berbagai persoalan.
Karena itu kami melihat ini momentum yang tepat untuk didukung dan dibicarakan secara lebih serius," kata Yorrys.
Langkah ini berlanjut setelah sidang paripurna DPD RI menyepakati urgensi pembentukan tim khusus tersebut. Tim ini akan mengawal arah pembangunan nasional di wilayah paling timur Indonesia.
"Di pembukaan masa sidang kemarin sudah diputuskan bahwa DPD akan membentuk Pansus Papua. Ini sedang diproses dan minggu depan diharapkan sudah disahkan.
Pansus ini akan membahas berbagai persoalan Papua secara lebih fokus dan menyeluruh," ujar Yorrys.
Selain pembentukan pansus, sorotan publik belakangan ini tertuju pada sebuah film dokumenter terkait kondisi lingkungan Papua. Film tersebut menuai polemik karena dianggap provokatif.
"Kalau ditonton secara keseluruhan, film itu menjelaskan soal pengrusakan hutan yang terjadi di Indonesia, bukan hanya di Papua.
Tetapi memang yang paling besar sekarang terjadi di Papua," kata Yorrys.
>>> Woori Bank Korea Suntik Dana Dukung Bisnis Bank Woori Saudara
Senator asal Papua tersebut juga menyatakan telah mengonfirmasi langsung kepada Menko Polkam. Ia menegaskan tidak ada larangan resmi terhadap pemutaran film itu di ruang publik.
Update Terbaru
Zelenskyy Bentuk Komando Jarak Jauh untuk Target Infrastruktur Rusia
Sabtu / 11-07-2026, 09:21 WIB
Harga Minyak Dunia Turun 11 Juli 2026: WTI di US$71,51, Optimisme Pembukaan Selat Hormuz Redakan Kekhawatiran Pasar
Sabtu / 11-07-2026, 09:12 WIB
Menkeu Purbaya: Manajemen Kas Negara Jadi Instrumen Baru Penggerak Ekonomi
Sabtu / 11-07-2026, 09:12 WIB
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Ronaldo 'Disuntik Mati'
Sabtu / 11-07-2026, 09:12 WIB
i-dle, Kihyun, Yeonjun, dan Young K Ramaikan Strategi Musim Panas K-Pop
Sabtu / 11-07-2026, 09:07 WIB
Spanyol Tumbangkan Belgia 2-1, Tiket Semifinal Sukses di Tangan
Sabtu / 11-07-2026, 09:07 WIB
Trump: AS-Iran Sepakat Berunding Lagi, Gencatan Senjata Berakhir
Sabtu / 11-07-2026, 08:57 WIB
FIFA Siapkan Hadiah Rp15,68 Triliun untuk Piala Dunia 2026
Sabtu / 11-07-2026, 08:57 WIB
Kolektor AS Jual Dua Aston Martin Valhalla, Masing-masing Baru 196 Mil
Sabtu / 11-07-2026, 08:57 WIB
Daftar Pemilik Saham RANS: Raffi Ahmad Terbesar, Ada Kaesang dan Dony Oskaria
Sabtu / 11-07-2026, 08:57 WIB
Kolektor AS Jual Dua Aston Martin Valhalla dengan Jarak Tempuh Sama
Sabtu / 11-07-2026, 08:57 WIB
FIFA Tunjuk Wasit Portugal Pimpin Argentina vs Swiss di Perempat Final Piala Dunia 2026
Sabtu / 11-07-2026, 08:57 WIB
Generasi Emas Belgia Tutup Kisah dengan Kegagalan di Piala Dunia 2026
Sabtu / 11-07-2026, 08:56 WIB
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Anjlok Drastis Usai AS dan Meksiko Tersingkir
Sabtu / 11-07-2026, 08:56 WIB







