Badan keamanan tertinggi Iran mengumumkan perintah penanganan segera atas permohonan kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz.

Langkah ini sejalan dengan upaya mewujudkan tujuan nota kesepahaman (MoU) yang baru diteken antara Teheran dan Washington.

in1

>>> Putin: Rusia-ASEAN Jadi Kekuatan Penyeimbang di Tengah Gejolak Dunia

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran menyampaikan pengumuman itu dalam pernyataan yang dimuat media Iran, beberapa jam setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump menandatangani MoU secara elektronik.

Berdasarkan MoU tersebut, kapal yang mengajukan permohonan melintasi Selat Hormuz tidak akan dipungut biaya selama 60 hari.

Seluruh pengeluaran akan ditanggung oleh pemerintah Iran.

Kapal yang ingin transit di selat itu wajib mengirim permohonan kepada Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA).

SNSC menyebut situasi khusus dan risiko keselamatan di sepanjang rute pelayaran menjadi pertimbangan.

>>> Olahraga Tak Cukup Lindungi Otak Jika Terlalu Banyak Duduk

Untuk memastikan keamanan lalu lintas dan mencegah kecelakaan maritim, kapal diwajibkan melewati rute yang telah diumumkan pada waktu yang ditentukan.

SNSC menjamin lalu lintas di jalur air tersebut akan meningkat secara bertahap.

Pengaturan eksekutif dan detail teknis terkait pelayaran akan diumumkan melalui PGSA.

Iran, Amerika Serikat, dan Pakistan pada Senin (15/6) pagi mengumumkan finalisasi MoU yang bertujuan mengakhiri konflik di semua front, termasuk Lebanon.

>>> Prabowo Siapkan Surat ke FIFA, Indonesia Bidik Tuan Rumah ASEAN Cup 2026

Pezeshkian dan Trump telah menandatangani MoU tersebut secara elektronik pada Kamis pagi.