Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan konsultasi melalui pihak mediator masih berlangsung untuk menentukan perundingan tahap berikutnya dengan Amerika Serikat.

Pertemuan di Swiss yang semula dijadwalkan pada Jumat telah ditunda. Rincian putaran perundingan berikutnya akan diumumkan setelah kondisi yang diperlukan terpenuhi.

in1

>>> Pembicaraan AS-Iran Masuki Fase Negosiasi 60 Hari

Baghaei menegaskan bahwa negosiasi menuju kesepakatan final bergantung pada pelaksanaan sejumlah klausul dalam memorandum yang telah disepakati.

Klausul tersebut mencakup gencatan senjata, pencabutan blokade laut AS, pembukaan kembali Selat Hormuz, pengecualian ekspor minyak Iran, dan pencairan aset Iran yang dibekukan.

Ia membantah laporan bahwa Iran telah mengundang IAEA untuk inspeksi fasilitas nuklir. Pembahasan program nuklir akan berlangsung 60 hari sesuai memorandum, dan aktivitas nuklir tetap berjalan seperti biasa.

Inspeksi di fasilitas seperti Bushehr Nuclear Power Plant akan terus dilakukan. Akses ke fasilitas yang terdampak serangan AS dan Israel bergantung pada hasil negosiasi.

Salah satu tujuan pertemuan di Swiss adalah menandatangani memorandum dan membahas mekanisme perundingan tahap akhir.

Namun, pertemuan itu tidak diperlukan lagi setelah dokumen ditandatangani secara digital pada 18 Juni.

>>> Samsung Bisa Hindari BOE untuk Galaxy S27, Tapi Mungkin Tak Mau

Persiapan untuk pertemuan baru dalam beberapa hari mendatang sedang dilakukan.

Kementerian Luar Negeri Swiss menyatakan perundingan yang direncanakan antara AS, Iran, Qatar, dan Pakistan telah dibatalkan dan ditunda.

Swiss tetap siap memfasilitasi dialog.

Gedung Putih menyatakan Wakil Presiden AS JD Vance tidak akan bepergian ke Swiss karena kendala logistik terkait pembicaraan teknis dengan Iran.

Pada Rabu, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani secara elektronik 'Memorandum Islamabad' yang dimediasi oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

>>> Buka Kaleng Salmon Berusia 50 Tahun, Ilmuwan Temukan Hal Tak Terduga

Memorandum itu bertujuan membuka jalan bagi penghentian konflik yang dimulai Washington dan Tel Aviv terhadap Iran pada 28 Februari, serta membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz untuk menurunkan ketegangan kawasan.