Elder memperingatkan bahwa ratusan anak membutuhkan evakuasi medis secara mendesak. Pembatasan terhadap pasokan obat-obatan penting meningkatkan risiko infeksi, komplikasi, dan amputasi bagi anak-anak yang terluka.

Selain dampak fisik, ia menyoroti dampak psikologis yang terus membebani anak-anak di Gaza.

in1

"Bagi anak-anak Gaza, ketakutan, kehilangan, dan kekerasan telah menjadi bagian yang begitu konstan sehingga trauma bukan lagi sekadar episode dalam hidup mereka, melainkan telah menyatu dalam masa kanak-kanak mereka," katanya.

Elder mendesak pemerintah dan lembaga internasional untuk mengambil tindakan.

Menurutnya, kematian anak-anak yang terus terjadi selama masa gencatan senjata seharusnya menjadi perhatian serius bagi pihak-pihak yang berkomitmen menegakkan hukum internasional.

Ia juga menyinggung situasi di Lebanon, di mana UNICEF mencatat 247 anak tewas dan 992 lainnya terluka sejak eskalasi permusuhan pada 2 Maret.

>>> Pemprov Jabar Buka Seleksi Mutasi Masuk PNS Tahun 2026, Ini Syarat dan Jadwalnya

"Tidak ada gencatan senjata yang dapat dianggap bermakna selama anak-anak masih terus terbunuh," kata Elder.