Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berlanjut di tengah proses pembenahan internal Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menyatakan bahwa langkah hukum dan perubahan pimpinan di BGN menjadi bukti transparansi pemerintah.

in1

>>> Lionel Scaloni Hadapi Dilema Susunan Pemain Timnas Argentina

"Pergantian pimpinan BGN dan proses hukum yang berjalan menunjukkan pemerintah tidak menutup mata terhadap masalah.

Kami berani melakukan evaluasi dan memperbaiki tata kelola program," ujar Dudung, Jumat (19/6/2026).

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program ini tidak boleh berhenti karena menyangkut kebutuhan dasar rakyat, terutama anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan.

"Kita harus belajar dari masalah, memperbaiki sistem, dan memastikan manfaat program tetap sampai ke masyarakat," tegas Dudung menirukan instruksi Presiden.

>>> Luis de la Fuente Bela Rodri dari Kritik di Piala Dunia 2026

Inspeksi ke Satuan Pelayanan Gizi

KSP telah melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Banyak SPPG yang sudah menerapkan standar operasional dengan baik.

"SPPG yang sesuai standar bisa dijadikan percontohan agar praktik baik direplikasi di daerah lain, dengan penyesuaian kondisi masing-masing," jelas Dudung.

KSP juga membuka ruang pengawasan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memastikan akuntabilitas dan memperketat sistem pengawasan di tingkat bawah.

>>> Milly Alcock Kontroversi: Pernyataan Supergirl Picu Kritik Penggemar

Hal ini bertujuan agar penyaluran makanan menyentuh lapisan masyarakat paling membutuhkan, termasuk di wilayah terluar.