Aktris asal Australia, Milly Alcock, memicu kontroversi di kalangan penggemar DC setelah pernyataannya tentang karakter Supergirl dalam acara promosi film di Rio de Janeiro, Brasil.

Pemeran Kara Zor-El itu menanggapi pertanyaan mengenai kedekatan Supergirl dengan komunitas queer. Ia mengaku memahami pandangan tersebut dan memiliki interpretasi serupa.

in1

>>> Ilmuwan Ungkap Alasan Sebagian Besar Persalinan Terjadi pada Malam Hari

"Saya pernah memainkan beberapa karakter yang mungkin memiliki nuansa queer. Saya juga memiliki banyak teman queer, jadi jujur saja saya merasa terhormat melihat respons seperti itu," ujarnya.

Alcock menilai daya tarik utama Supergirl terletak pada kepribadiannya yang mandiri. Tokoh Kara dianggap tidak terikat ekspektasi tradisional tentang bagaimana seorang perempuan seharusnya bersikap.

Film ini diadaptasi dari komik Supergirl: Woman of Tomorrow karya Tom King dan Bilquis Evely yang terbit pada 2021.

>>> Polda Babel Amankan 231 Balok Timah Tanpa Dokumen di Pangkalpinang

Karakter Kara dalam versi ini digambarkan lebih kompleks dan jauh dari bayang-bayang Superman.

Pernyataan Alcock langsung memicu gelombang kritik. Kontroversi semakin memanas setelah ia menyinggung bahwa sebagian kritik berasal dari kalangan yang disebutnya sebagai "ayah Kristen".

Sejumlah penggemar DC menilai komentar tersebut kurang tepat.

>>> Puspresnas Gelar OSN Geografi SMA 2026 untuk Menjaring Talenta Sains

Mereka berpendapat seorang aktor seharusnya membangun hubungan baik dengan penonton, bukan memberikan label atau menggeneralisasi pihak yang mengkritik.