Mantan gelandang Timnas Belanda Rafael van der Vaart menyampaikan permintaan maaf atas komentar kontroversialnya mengenai pemain Jepang saat siaran langsung Piala Dunia 2026 pada Minggu (14/6/2026).

Permintaan maaf itu disampaikan setelah gelombang kritik muncul akibat candaan yang dianggap tidak pantas oleh sebagian pihak saat ia bertugas sebagai pundit untuk stasiun televisi Belanda, NOS TV.

>>> Kabar Duka: Pelatih Stade Brestois Eric Roy Meninggal Dunia

Insiden terjadi ketika Van der Vaart menganalisis gol penyeimbang yang dicetak oleh Daichi Kamada pada menit ke-88, yang membuat laga pembuka Piala Dunia antara Belanda dan Jepang berakhir imbang.

Penjelasan Van der Vaart

"Saya memahami bahwa beberapa orang menganggap kata-kata saya menyakitkan. Saya sungguh menyesalkan hal itu.

Jika ada orang yang tersinggung karena pernyataan tersebut, saya meminta maaf. Itu sama sekali bukan niat saya," kata Van der Vaart.

Pernyataan penyesalan ini disampaikan secara terbuka untuk merespons reaksi publik yang berkembang, sekaligus menegaskan interpretasi atas ucapannya.

>>> Harga Bitcoin 17 Juni 2026 Anjlok 2,02 Persen Sentuh 64.389 Dollar AS

"Saya menanggapi reaksi yang muncul dengan serius dan memahami bahwa kata-kata bisa ditafsirkan secara berbeda.

Oleh karena itu, saya merasa penting untuk menjelaskan bahwa tidak ada niat rasis atau diskriminatif di balik pernyataan saya," lanjut Van der Vaart.

Melalui penjelasan tertulis tersebut, sosok yang kini berkarier di media massa itu berharap tensi publik dapat mereda tanpa adanya kesalahpahaman lebih lanjut.

"Saya berharap penjelasan ini dapat memberikan kejelasan mengenai niat saya dan konteks saat komentar itu disampaikan," tutur Van der Vaart.

>>> Bursa Saham AS Terkoreksi Imbas Sinyal Hawkish Federal Reserve

Kendati demikian, rincian mengenai maksud asli dari candaan yang disampaikan selama siaran langsung tersebut tidak dijelaskan secara detail oleh sang pundit, sehingga isu sensitivitas figur sepak bola ini tetap menjadi sorotan hangat selama turnamen.