Meski berjarak ribuan mil dari lokasi turnamen, Australia turut merasakan euforia yang sama dalam Piala Dunia FIFA 2026.

Puluhan ribu orang di seluruh Australia turun ke jalan dengan mengenakan pakaian berwarna hijau dan emas pada Minggu (14/6) untuk menyaksikan kemenangan pembuka Socceroos 2-0 atas Turki.

>>> Gibran Pastikan Tata Kelola Program MBG Bebas dari Korupsi

Hasil tersebut disambut dengan sukacita di seluruh negeri dan dipuji sebagai salah satu performa terbaik timnas putra dalam pertandingan Piala Dunia.

Pada Piala Dunia sebelumnya, pertandingan Socceroos biasanya dimulai larut malam atau dini hari waktu Australia.

Namun, laga melawan Turki kali ini bergulir pada pukul 14.00 AEST (11.00 WIB), memberikan kesempatan langka bagi masyarakat untuk berkumpul dan mendukung timnas.

Lembaga penyiaran resmi Piala Dunia di Australia, SBS, mencatat jumlah penonton siaran langsung mencapai 4,78 juta orang, atau sekitar 17 persen dari total populasi Australia.

Sebuah lokasi nonton bareng di pusat kota Melbourne sudah penuh dengan sekitar 7.000 penggemar satu jam sebelum pertandingan dimulai.

Sementara itu, 9.100 penonton lainnya menyaksikan pertandingan di AAMI Park, Melbourne.

Sekitar 6.000 orang juga menyaksikan pertandingan dari lokasi nobar di Adelaide, kota asal pencetak gol Nestory Irankunda.

Pujian dari Perdana Menteri

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebut skuad Socceroos telah "diremehkan" oleh Turki.

"Gol-gol yang dicetak oleh Nestory Irankunda dan Connor Metcalfe merupakan gol yang luar biasa, tercipta melalui serangan balik, setelah tim berhasil menerapkan strategi pertahanan ekstensif dan efektif," ujarnya.

Dengan mencetak gol pembuka di Vancouver, Irankunda yang baru berusia 20 tahun menjadi pemain Socceroo termuda yang mencetak gol dalam ajang Piala Dunia.