Mengapa Media Sosial Sulit Berhenti Di-scroll? Ini Penjelasan Psikologisnya
Aktivitas menggulir atau scroll media sosial sering terasa sulit dihentikan. Jari terus menggeser layar dan mata terpaku pada aliran konten, membuat waktu berlalu tanpa disadari.
Fenomena ini bukan semata-mata karena kurangnya pengendalian diri.
>>> P2G Soroti Dampak Makan Bergizi Gratis terhadap Kesejahteraan Guru
Ada mekanisme otak yang merespons rasa penasaran, kejutan, validasi sosial, dan kepuasan instan saat berinteraksi dengan platform digital.
Social Snacking dan Dampaknya
Salah satu konsep psikologi yang menjelaskan kebiasaan ini adalah social snacking, yaitu tindakan memantau konten orang lain secara pasif.
Aktivitas ini meliputi melihat foto, membaca status, atau menonton story tanpa interaksi dua arah.
Meskipun memberi kesan bersosialisasi, kegiatan ini hanya menghadirkan lapisan luar interaksi sosial. Otak memproses wajah dan emosi dari konten sebagai pengalaman sosial, tetapi kehilangan unsur timbal balik.
Ketiadaan respons balik membuat rasa terhubung hanya bertahan sesaat dan berpotensi memicu rasa sepi yang lebih besar.
Dampak Pola Konsumsi Pasif
Dampak negatif media sosial tidak hanya ditentukan oleh durasi, melainkan cara penggunaannya.
>>> Camat Kebayoran Baru Belum Tahu Pemilik Kabel Penyebab Siswi SMAN 6 Tewas
Analisis European Commission’s Joint Research Centre pada 2024 menunjukkan bahwa penggunaan pasif berkaitan dengan peningkatan rasa kesepian anak muda di Eropa.
Sebaliknya, aktivitas aktif seperti mengirim pesan atau berkomunikasi langsung tidak menunjukkan kaitan signifikan dengan rasa kesepian.
Pola konsumsi pasif yang meniru interaksi sosial tanpa koneksi nyata menjadi pemicu utama dampak negatif.
Hubungan Parasosial dan Desain Platform
Kecenderungan terus scrolling juga didorong oleh parasocial relationship, yaitu hubungan satu arah antara pengguna dengan figur media. Hubungan ini memberikan rasa dekat sementara, tetapi efeknya cepat memudar.
Pengguna merasa harus terus mengisi ulang sensasi dengan melihat konten baru. Siklus ini diperkuat oleh mekanisme variable reinforcement dalam desain platform yang memicu perilaku kompulsif.
>>> PPIH: 1.567 Haji Aceh Telah Tiba dengan Selamat di Tanah Air
Fitur seperti feed tanpa akhir, kurasi algoritma, autoplay, dan notifikasi bekerja bersama respons psikologis untuk memancing pengguna kembali ke aplikasi.
Update Terbaru
Jalur Sepeda di Palangka Raya Diapresiasi Pesepeda
Jumat / 19-06-2026, 19:40 WIB
Fayzullaev, Pencetak Gol Bersejarah Uzbekistan yang Tolak Julukan Messi Baru
Jumat / 19-06-2026, 19:40 WIB
Daur Ulang Bukan Jawaban: Temuan Ini Bisa Mengubah Segalanya
Jumat / 19-06-2026, 19:36 WIB
Allo Bank Festival 2026 Digelar Besok, Persiapkan Hal Ini
Jumat / 19-06-2026, 19:36 WIB
Menpora: Prabowo Dorong Pembentukan Akademi Olahraga dari SD hingga SMA
Jumat / 19-06-2026, 19:36 WIB
Pamapersada Nusantara Buka Lowongan Business Development Officer untuk Fresh Graduate
Jumat / 19-06-2026, 19:36 WIB
Pemerintah Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Mulai Juli 2026
Jumat / 19-06-2026, 19:36 WIB
Dirut BPJS TK: Program Perisai Makassar Layak Jadi Percontohan Nasional
Jumat / 19-06-2026, 19:35 WIB
Fisikawan Berhasil Ciptakan Jam Nuklir Pertama di Dunia
Jumat / 19-06-2026, 19:35 WIB
Butet Kartaredjasa Serahkan 14 Lukisan Kaca Jalan Salib kepada Paus Leo XIV
Jumat / 19-06-2026, 19:35 WIB
Oh Boy, Was I Wrong About Her Anime Rilis Visual dan Trailer Baru, Tayang 6 Juli
Jumat / 19-06-2026, 19:32 WIB
Migrant Watch Desak Malaysia Usut Tuntas Penganiayaan PMI
Jumat / 19-06-2026, 19:32 WIB
Migrant Watch Desak Pemerintah Bentuk Satgas Pelindungan PMI
Jumat / 19-06-2026, 19:30 WIB
BKKBN Sumsel Tekan Fatherless Lewat Program Gemar Ayah Ambil Rapor
Jumat / 19-06-2026, 19:30 WIB






