Persaingan di dunia kerja yang semakin ketat membuat perusahaan tidak hanya melihat kemampuan akademik kandidat. Keterampilan nonteknis kini menjadi elemen penting dalam rekrutmen dan pengembangan karier.

Mentor karier sekaligus founder Qualifin.

in1

>>> Ilmuwan Temukan Formasi Al Qurayyat, Bukti Gurun Arab Pernah Jadi Laut Dangkal

id, Muhammad Ghithrif Gustomo Putra, mengatakan lulusan baru perlu fokus pada dua kemampuan utama, yaitu memecahkan masalah dan komunikasi.

Kedua aspek ini memiliki dampak besar bagi keberhasilan seseorang di lingkungan profesional.

Menurut Ghithrif, tantangan di dunia kerja berbeda dengan persoalan akademik saat kuliah. Persoalan di kampus umumnya memiliki jawaban jelas, sedangkan situasi kerja jauh lebih rumit dan dinamis.

"Problem solving itu penting, karena masalah di dunia kerja itu enggak seperti saat kuliah.

Kuliah itu relatif straightforward, sedangkan di dunia kerja masalahnya lebih kompleks," kata Ghithrif kepada Kompas. com, Kamis (18/6/2026).

Lingkungan kerja sering menghadirkan kondisi tanpa jawaban mutlak. Suatu hambatan dapat diselesaikan lewat berbagai pendekatan tergantung situasi dan kebutuhan instansi.

"Enggak ada satu pun solusi yang bisa dibilang benar atau salah. Itu tergantung cara approach-nya gimana, solusinya tepat atau enggak tergantung konteks," ujarnya.

Kemampuan berpikir kritis dan menganalisis keadaan menjadi poin krusial. Karyawan dituntut mencari jalan keluar sekaligus menimbang dampak, risiko, dan relevansi keputusan bagi organisasi.

Keterampilan ini juga menunjukkan kesiapan individu dalam merespons perubahan bisnis dan teknologi yang cepat.

Komunikasi Menentukan Efektivitas Solusi

Selain pemecahan masalah, komunikasi menjadi keterampilan nonteknis lain yang tidak kalah esensial. Sebuah gagasan baik berpotensi tidak diterima jika tidak disampaikan dengan cara tepat.

>>> Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 pada 18 Juni 2026