Sebuah penelitian ilmiah terbaru mengungkap fakta mengejutkan tentang sejarah alam Arab Saudi.

Wilayah gurun di barat laut Kerajaan yang kini kering dan tandus ternyata pernah berada di bawah laut dangkal sekitar 34 juta tahun lalu.

in1

>>> Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 pada 18 Juni 2026

Temuan ini merupakan hasil kerja tim ilmuwan internasional yang dipimpin oleh peneliti dari King Abdulaziz University.

Mereka berhasil mengidentifikasi dan mendokumentasikan sedimen laut pertama dari Kala Oligosen di wilayah barat laut Arab Saudi.

Dokumentasi ini mengubah pemahaman para ahli mengenai sejarah geologi kawasan tersebut.

Formasi batuan baru yang diberi nama Formasi Al-Qurayyat ditemukan di kawasan Al-Qurayyat, wilayah Al-Jouf, dekat perbatasan Arab Saudi dan Yordania.

Formasi Al-Qurayyat dan Temuan Fosil

Lapisan batuan ini terdiri atas endapan batu kapur laut dengan ketebalan antara 15 hingga 26 meter.

Peneliti menemukan lapisan batu kapur abu-abu kaya fosil di bagian bawah, disusul lapisan marl dan batu kapur yang berselang-seling.

Pada bagian atas, terdapat batu kapur kasar yang mengandung pecahan bulu babi laut, spons laut, dan cangkang moluska.

Penelitian ini sekaligus membantah sejumlah interpretasi geologi sebelumnya.

Selama bertahun-tahun, para ahli meyakini bahwa Formasi Ar-Rishrashiyah dari zaman Eosen langsung berada di atas Formasi Sirhan yang lebih muda.

Namun, data terbaru menunjukkan adanya Formasi Al-Qurayyat yang berada di antara kedua lapisan tersebut.

Salah satu peneliti utama, Dr Mohammed Hamed Al-Jahdali, Associate Professor Paleo-Lingkungan Laut dan Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kelautan King Abdulaziz University, menjelaskan bahwa usia formasi ditentukan melalui analisis mikrofosil laut berukuran sangat kecil yang dikenal sebagai calcareous nannofossils.