"Komunikasi juga penting karena soft skill ini bisa mencegah terjadinya misconception," ujar Ghithrif.

Fungsi komunikasi di kantor bukan sekadar menyampaikan informasi, melainkan menyamakan persepsi seluruh pihak terkait tujuan organisasi.

in1

Kekeliruan berkomunikasi bisa memicu berbagai kendala, mulai dari keterlambatan tugas hingga kesalahan fatal dalam pengambilan keputusan.

Ghithrif mencontohkan, seorang pekerja mungkin memiliki solusi tepat untuk sebuah kendala. Namun, jika penyampaiannya kurang meyakinkan, ide tersebut berisiko kehilangan dukungan dari pemangku kepentingan.

Tantangan Berkomunikasi Lintas Generasi

Urusan komunikasi semakin menantang karena lingkungan kerja saat ini diisi berbagai kelompok usia dengan karakteristik beragam.

Seorang karyawan dituntut mampu bekerja sama dengan rekan sejawat maupun atasan dari generasi berbeda.

Ghithrif mengingatkan bahwa hambatan komunikasi tidak melulu berkaitan dengan proyek atau teknis pekerjaan.

"Hambatan dalam komunikasi bukan hanya sekadar projek atau lingkup pekerjaan saja, tetapi berkomunikasi lintas generasi dengan atasan agar tetap sepaham," ujarnya.

Setiap generasi membawa gaya komunikasi berbeda, sehingga pendekatan efektif pada satu kelompok belum tentu berhasil pada kelompok lain.

>>> Daveigh Chase, Pemeran Samara di The Ring, Meninggal di Usia 35

Perbedaan karakter ini menuntut karyawan memiliki kemampuan membaca situasi dan memahami profil lawan bicara agar kolaborasi berjalan optimal.