Harga emas dunia merosot tajam pada perdagangan Rabu (17/6/2026) setelah Federal Reserve mengeluarkan sinyal kebijakan moneter hawkish.

Berdasarkan data Kitco, harga emas turun 1,7 persen atau 73,6 poin ke level US$4.275,65 per troy ounce.

in1

>>> Manajemen Risiko Trading Forex dan CFD bagi Pemula

Bank sentral Amerika Serikat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan Federal Funds Rate di kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen.

Keputusan itu diambil secara bulat oleh Federal Open Market Committee (FOMC) yang dipimpin Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh.

Ringkasan Proyeksi Ekonomi menunjukkan sembilan dari 19 pejabat memperkirakan perlunya kenaikan suku bunga pada tahun depan guna menekan inflasi yang masih di atas target 2 persen.

Respons Pasar dan Pandangan Analis

Langkah pengetatan moneter ini menjadi perhatian pelaku pasar yang menilai adanya instrumen alternatif untuk mengendalikan perekonomian.

>>> PT Merdeka Copper Gold Tbk Usulkan Perubahan Susunan Direksi

Chief Investment Officer Northlight Asset Management, Chris Zaccarelli, menilai pengurangan neraca bank sentral secara agresif bisa menjadi bentuk pengetatan yang efektif.

"Anda bisa mengerem ekonomi melalui pengurangan neraca sambil menjaga atau menurunkan suku bunga secara perlahan sehingga kedua tujuan dapat tercapai," ujar Zaccarelli.

Sementara itu, Chief Economist LPL Financial Jeffrey Roach memproyeksikan komunikasi bank sentral ke depan akan lebih ringkas.

>>> Emiten ANTM Masuki Periode Cum Date Dividen Hari Ini, Berpotensi Rp20.998 per Lot

Menurutnya, ketidakpastian terbesar saat ini masih berasal dari konflik geopolitik di Timur Tengah yang memengaruhi aktivitas ekonomi global.