Trading forex dan Contract for Difference (CFD) semakin populer, terutama di kalangan Gen Z yang ingin memanfaatkan peluang pasar keuangan global.

Sayangnya, masih banyak pemula yang masuk pasar hanya bermodalkan kemampuan menebak arah harga dalam beberapa jam atau hari ke depan.

in1

>>> PT Merdeka Copper Gold Tbk Usulkan Perubahan Susunan Direksi

Pemahaman seperti itu bisa berakibat fatal. Pasar keuangan bukan arena menebak, melainkan tempat jutaan keputusan investasi yang tepat.

Mengenal pergerakan tren sangat penting. Harga berubah karena keseimbangan permintaan dan penawaran yang bergeser sedikit demi sedikit hingga mencapai titik tertentu.

Dari proses itu muncul pergerakan besar yang sering dianggap tiba-tiba, padahal semuanya berproses. Kesalahan umum pemula adalah hanya melihat hasil akhir.

Ketika harga melonjak atau anjlok, perhatian langsung tertuju pada peluang keuntungan yang terlewat.

Padahal, sebelum pergerakan terjadi, pasar biasanya memberikan petunjuk. Namun, petunjuk itu tidak selalu mudah dibaca karena muncul saat suasana tenang.

Fase paling sepi justru sering menjadi periode paling menentukan. Harga bergerak lambat, volatilitas mengecil, dan grafik tampak tanpa arah.

>>> Emiten ANTM Masuki Periode Cum Date Dividen Hari Ini, Berpotensi Rp20.998 per Lot

Bagi sebagian orang, kondisi itu dianggap pasar kehilangan tenaga. Kenyataannya bisa berbeda.

Ketenangan sering menjadi peluang bagi pelaku pasar dengan dana besar untuk membangun posisi bertahap tanpa mengganggu keseimbangan harga.

Investor institusi umumnya menghindari membeli atau menjual dalam jumlah besar pada saat yang sama karena akan menggerakkan harga melawan kepentingan mereka.

Mereka cenderung masuk sedikit demi sedikit saat pasar tenang. Fase volatilitas rendah layak mendapat perhatian lebih karena di balik pergerakan datar terjadi akumulasi likuiditas.

Likuiditas adalah bahan bakar pasar. Semakin banyak transaksi terkumpul pada level harga tertentu, semakin besar potensi pergerakan saat keseimbangan berubah.

Tak heran jika banyak momentum besar diawali periode konsolidasi, yaitu harga bergerak dalam rentang sempit atau sideways selama beberapa waktu.

>>> BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75 Persen, Longgarkan RPLN Perbankan

Fase Konsolidasi

Setiap keputusan transaksi sebaiknya didasarkan pada pemahaman karakteristik pasar dan kemampuan menanggung risiko.