BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75 Persen, Longgarkan RPLN Perbankan
Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.
Keputusan ini diumumkan dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada 17-18 Juni 2026.
>>> Trailer Spider-Man: Brand New Day Tampilkan Pertarungan Sengit Peter Parker Lawan Hulk
Selain menaikkan BI Rate, BI juga melonggarkan batas atas Rasio Pendanaan Luar Negeri (RPLN) perbankan.
Batas maksimal RPLN dinaikkan dari 35 persen menjadi 40 persen dari total modal bank.
Kebijakan pelonggaran RPLN tersebut direncanakan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan langkah ini untuk memperluas sumber pendanaan perbankan dari luar negeri.
"Kenaikan rasio RPLN ini ditujukan untuk memperluas sumber pendanaan perbankan, khususnya dari luar negeri, guna mendukung penyaluran kredit bagi perekonomian dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian," ujar Perry dalam konferensi pers, Kamis (18/6/2026).
Pengetatan Moneter untuk Stabilitas Rupiah
Kenaikan BI Rate sebesar 25 bps ini merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.
>>> Polisi Amankan Wisatawan yang Mengamuk di Pelabuhan Nusa Penida
Sebelumnya, BI telah menaikkan suku bunga hingga 75 bps pada bulan sebelumnya.
Perry menambahkan bahwa respons pengetatan moneter ini bersifat antisipatif untuk memastikan inflasi nasional tetap terkendali pada sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen pada periode 2026-2027.
Seiring kenaikan BI Rate, suku bunga deposit facility juga naik 25 bps menjadi 4,75 persen, dan lending facility naik 25 bps menjadi 6,5 persen.
Di sisi lain, BI tetap mempertahankan kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Kebijakan makroprudensial yang akomodatif terus diperkuat untuk menstimulasi kredit ke sektor riil.
BI juga melakukan transparansi Suku Bunga Dasar Kredit dengan fokus pemantauan pada sektor prioritas dalam Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial.
>>> Indonesia Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Melalui Investasi Global
Kolaborasi dengan pemerintah melalui Program Percepatan Intermediasi Indonesia juga terus didorong.
Update Terbaru
Oppo Reno 16 Series Resmi Meluncur di Indonesia pada 3 Juli 2026
Jumat / 19-06-2026, 18:16 WIB
Amar Bank Catat Pertumbuhan Kredit Digital 30,62% di Tengah Persaingan Ketat
Jumat / 19-06-2026, 18:16 WIB
Arsenal vs Coventry City Buka Liga Inggris 2026/2027
Jumat / 19-06-2026, 18:15 WIB
Rusia Klaim Temukan Bukti Baru Pengembangan Senjata Biologis Ukraina
Jumat / 19-06-2026, 18:12 WIB
Dokter: Bayi Prematur Lebih Berisiko Alami Gangguan Ginjal
Jumat / 19-06-2026, 18:12 WIB
Persija Jakarta Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru, Target Juara Musim 2026/2027
Jumat / 19-06-2026, 18:12 WIB
Kepala BNPB Turun Langsung ke Lokasi Gempa Sulteng, Bantuan Disalurkan
Jumat / 19-06-2026, 18:10 WIB
Suporter Meksiko dan Korea Selatan Tunjukkan Kehangatan di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 18:10 WIB
Kate Middleton Hadiri Royal Ascot 2026 dengan Gaun Kuning Lemon Daur Ulang
Jumat / 19-06-2026, 18:10 WIB
Hyundai Kona Generasi Ketiga Hadir dengan Desain Kotak pada 2028
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Lenovo ThinkPad Siap Hadapi Kondisi Ekstrem Berkat Standar Militer dan AI
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Studi: Makanan Ultra-Olahan pada Balita Turunkan IQ Anak
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Sinopsis Speed Racer, Bioskop Trans TV 19 Juni 2026
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
OPPO Reno16 Pro Series Hadir dengan Model Pro Mini dan Reno16c di India
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB






