Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan gerakan nasional verifikasi arah kiblat secara serentak. Program ini memanfaatkan fenomena astronomi Istiwa A’zam atau Rashdul Kiblat yang terjadi pada pertengahan Juli 2026.

Gerakan bertajuk "1.448.000 Titik Verifikasi Arah Kiblat Nasional: Hari Sejuta Arah Kiblat" ini menjadi bagian dari agenda Peaceful Muharam 1448 Hijriah.

in1

>>> Memahami Reksa Dana Indeks sebagai Pilihan Investasi Efisien

Kegiatan ini juga berfungsi sebagai edukasi masyarakat tentang ilmu falak.

Saat Istiwa A’zam, bayangan benda tegak lurus akan mengarah tepat ke arah yang berlawanan dengan Ka'bah. Pola ini menjadi panduan alami untuk menentukan koordinat kiblat secara presisi.

Fenomena matahari di atas Ka'bah hanya terjadi dua kali setahun. Momentum ini kerap digunakan ahli falak, takmir masjid, pesantren, dan masyarakat untuk mencocokkan arah salat.

Jadwal dan Cara Verifikasi

Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag, Ismail Fahmi, menyatakan peristiwa ini pada 2026 jatuh pada 15 Juli pukul 16.27 WIB / 17.27 WITA / 18.27 WIT dan 16 Juli pada jam yang sama.

Masyarakat cukup menyiapkan benda vertikal seperti tongkat atau bambu di area terbuka yang terkena sinar matahari langsung.

Pada waktu tersebut, tarik garis lurus berlawanan arah bayangan untuk mendapatkan arah kiblat.

>>> Polisi Periksa Empat Saksi Kasus Pencemaran Nama Baik Erin Taulany

Hasil pengukuran bisa digunakan untuk menyesuaikan sajadah atau garis saf di tempat salat. Metode ini sudah dikenal dalam ilmu falak klasik dan dianggap sederhana namun akurat.

Urgensi Kalibrasi Kiblat

Ketepatan arah kiblat merupakan elemen krusial dalam ibadah salat. Hal ini sesuai perintah dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 144 yang memerintahkan menghadap Masjidil Haram.