Pemkot Bandung Koordinasi dengan Pemprov Jabar Perbaiki Jalan Pasteur
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mempercepat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperbaiki Jalan Dr Djunjunan (Pasteur).
Langkah ini diambil menyusul kecelakaan lalu lintas yang menelan korban jiwa pada Rabu (17/6/2026).
>>> MSCI Segera Umumkan Status Pasar Negara Berkembang Indonesia
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Ia memastikan perbaikan jalan berlubang harus segera dilakukan, meskipun status ruas jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi.
"Bagaimanapun juga, mau itu jalan provinsi, jalan nasional maupun jalan kota, yang menjadi korban adalah warga Kota Bandung.
Karena itu kami akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan perbaikan," kata Farhan di Bandung, Jumat.
Berdasarkan hasil analisis awal dari polisi, kecelakaan bermula ketika pengendara sepeda motor berusaha mendahului kendaraan lain. Pada saat bersamaan, terdapat pejalan kaki yang menyeberang sehingga pengendara berusaha menghindar.
"Saat menghindari pejalan kaki, kendaraan masuk ke sisi jalan yang berlubang hingga pengendara kehilangan kendali dan terjatuh.
>>> Panselnas Hapus Penalti Rp 100 Juta dalam Seleksi KDKMP dan KNMP
Nahas, dari arah yang sama melaju sebuah bus sehingga korban mengalami kecelakaan fatal," katanya.
Meski penyebab kecelakaan dipengaruhi beberapa faktor, Farhan menilai kondisi infrastruktur jalan tetap harus menjadi perhatian serius seluruh pemerintah.
"Hasil analisis kepolisian memang seperti itu. Tetapi apa pun penyebabnya, jalan yang berlubang tetap harus segera diperbaiki agar tidak memakan korban berikutnya," ujarnya.
Ia menyatakan Pemkot Bandung akan terus menjalin komunikasi dengan Pemprov Jabar agar proses penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
>>> Google Luncurkan Home Speaker dengan AI Gemini, Kembali ke Pasar Speaker Pintar
"Pemerintah tidak boleh saling menunggu. Keselamatan masyarakat jauh lebih penting daripada memperdebatkan kewenangan," kata dia.
Update Terbaru
Rusia Klaim Temukan Bukti Baru Pengembangan Senjata Biologis Ukraina
Jumat / 19-06-2026, 18:12 WIB
Dokter: Bayi Prematur Lebih Berisiko Alami Gangguan Ginjal
Jumat / 19-06-2026, 18:12 WIB
Persija Jakarta Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru, Target Juara Musim 2026/2027
Jumat / 19-06-2026, 18:12 WIB
Kepala BNPB Turun Langsung ke Lokasi Gempa Sulteng, Bantuan Disalurkan
Jumat / 19-06-2026, 18:10 WIB
Suporter Meksiko dan Korea Selatan Tunjukkan Kehangatan di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 18:10 WIB
Kate Middleton Hadiri Royal Ascot 2026 dengan Gaun Kuning Lemon Daur Ulang
Jumat / 19-06-2026, 18:10 WIB
Hyundai Kona Generasi Ketiga Hadir dengan Desain Kotak pada 2028
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Lenovo ThinkPad Siap Hadapi Kondisi Ekstrem Berkat Standar Militer dan AI
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Studi: Makanan Ultra-Olahan pada Balita Turunkan IQ Anak
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Sinopsis Speed Racer, Bioskop Trans TV 19 Juni 2026
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
OPPO Reno16 Pro Series Hadir dengan Model Pro Mini dan Reno16c di India
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Samsung Umumkan Peluncuran Galaxy M47 di India, Tampilkan Teaser Perdana
Jumat / 19-06-2026, 18:05 WIB
Ragi Kuno Ötzi Berhasil Dihidupkan dan Digunakan untuk Membuat Roti
Jumat / 19-06-2026, 18:04 WIB
Bittime: Revisi UU PPSK Perkuat Ekosistem Industri Kripto RI
Jumat / 19-06-2026, 18:04 WIB






