Koreksi arah kiblat diperlukan karena struktur bangunan masjid, musala, atau rumah bisa bergeser akibat kesalahan ukur awal, renovasi, atau metode yang kurang akurat.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan gerakan ini dirancang untuk memperluas literasi sains Islam.

in1

Ilmu falak berperan vital dalam menentukan waktu salat, awal bulan hijriah, dan jadwal haji.

"Kami ingin mengajak masyarakat memastikan arah kiblat secara mudah dan akurat dengan memanfaatkan fenomena alam. Ini momentum edukasi sekaligus penguatan kualitas ibadah," ujar Arsad.

>>> Rupiah Melemah ke Rp17.860 per Dolar AS pada Perdagangan Kamis

Kemenag menargetkan partisipasi minimal 1.448.000 orang, sesuai angka tahun 1448 Hijriah. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan resmi Gerakan Nasional 1.448K Rashdul Qiblat.