PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) telah menyelesaikan pekerjaan penyambungan pipa gas bumi ruas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping.

Proses ini dilakukan dengan teknik hot tap atau penyambungan tanpa menghentikan operasi.

in1

>>> Ekonom: Defisit di Bawah 3 Persen Modal Penting Jaga Persepsi Pasar

Gas yang dialirkan dari Natuna ke Pulau Pemping nantinya akan didistribusikan ke kawasan Tanjung Uncang. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan energi pelaku usaha dan masyarakat Kota Batam.

Tonggak Sejarah Energi Nasional

Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto mengatakan penyambungan ini merupakan tahapan paling krusial dalam pembangunan infrastruktur gas.

Infrastruktur ini akan menghubungkan pasokan gas bumi Natuna dengan kebutuhan energi domestik, khususnya di Batam, Kepri.

Menurut Rakhmad, keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Hal ini juga mendukung Astacita Presiden untuk ketahanan energi melalui optimalisasi sumber daya energi domestik.

"Untuk pertama kalinya, gas bumi Natuna yang selama ini seluruhnya dimanfaatkan untuk pasar ekspor akan mulai dialirkan untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri, khususnya mendukung sistem kelistrikan di Sumatera dan Batam," ujar Rakhmad.

Proses hot tap dilakukan pada pipa dengan laju alir sekitar 300 juta kaki per hari dan bertekanan 1.096 psi di kedalaman laut 29 meter.

Teknik ini tidak menimbulkan kebocoran dan memiliki tingkat risiko serta kesulitan teknis tinggi.

Rakhmad menambahkan bahwa penyelesaian hot tap menunjukkan kesiapan proyek memasuki tahap akhir sebelum pengaliran gas.

"Keberhasilan ini menunjukkan PLN EPI mampu menjalankan mandat dari Menteri ESDM untuk membangun dan mengoperasikan pipa WNTS-Pemping," jelasnya.

Capaian ini juga mencerminkan kesiapan teknis proyek serta sinergi yang kuat antarpemangku kepentingan.