Bank Indonesia (BI) telah menyalurkan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) sebesar Rp418,1 triliun hingga minggu pertama Juni 2026.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga likuiditas perbankan dan mendorong penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas.

in1

>>> Bank Indonesia Perkuat Rupiah ke Level Rp 17.730 per Dolar AS

Dari total tersebut, Rp355,6 triliun disalurkan melalui lending channel, sementara Rp62,5 triliun melalui interest rate channel.

Optimalkan Fungsi Intermediasi

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa bank sentral akan terus mengoptimalkan implementasi insentif KLM.

Hal ini bertujuan agar fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika kebijakan moneter.

>>> Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Insentif tersebut diharapkan membantu perbankan mengelola biaya dana dan menjaga intermediasi, terutama menghadapi potensi kenaikan tekanan suku bunga global.

Perry menyampaikan hal itu dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Kamis (18/6/2026).

>>> Profil Abigail Sevinc Dogan Pemain film Jelita Sejubah yang Resmi Menikah dengan Odniel Alexander: Umur, Agama dan Akun Instagram

Kebijakan ini menjadi instrumen utama BI dalam menjaga likuiditas di tengah ketidakpastian global serta memastikan ruang ekspansi kredit tetap tersedia.