Pemerintah Targetkan Penerbitan Panda Bonds 1 Miliar Dolar AS
Pemerintah Indonesia menargetkan penerbitan obligasi berdenominasi yuan atau Panda Bonds senilai sekitar 1 miliar dolar AS.
Penerbitan ini dilakukan di Beijing, China pada Kamis (18/6) sebagai upaya memperluas sumber pembiayaan internasional dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
>>> Tradisi Bersih Stadion Suporter Jepang Picu Debat Gender
Langkah strategis ini dipersiapkan sebagai alternatif pendanaan di luar instrumen berbasis dolar AS. Target awal tersebut masih dapat meningkat menyesuaikan respons pasar dan minat investasi di China.
"Target awal sekitar 1 miliar dolar AS.
Namun, jika permintaan pasar lebih besar, nilainya bisa ditingkatkan sesuai kondisi yang ada," ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kepada ANTARA di Beijing, Kamis (18/6).
Pernyataan itu disampaikan setelah Purbaya merampungkan rangkaian pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan China Lan Fo'an, pejabat Bank Sentral China (PBOC), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), dan sejumlah investor.
Kunjungan kerja berlangsung pada 16-19 Juni 2026.
Dukungan Otoritas China
Otoritas keuangan China memberikan dukungan kuat terhadap rencana ini. PBOC bahkan mendorong percepatan proses administrasi agar instrumen ini segera terealisasi.
>>> Chery Perkenalkan Teknologi Super Hybrid untuk Tekan Biaya Mobilitas Harian
Saat ini, proses perizinan masih menunggu pengajuan resmi dokumen lengkap dari pihak penjamin emisi atau underwriter. Setelah itu, otoritas China akan menerbitkan persetujuan resmi.
Pemerintah optimistis Panda Bonds dapat diluncurkan pada tahun ini. Tahapan penjajakan minat investor atau book building akan segera dimulai setelah izin keluar.
Skema ini didukung oleh kerja sama transaksi mata uang lokal (local currency transaction/LCT) antara Indonesia dan China.
Kerja sama ini memungkinkan penggunaan yuan dan rupiah secara langsung tanpa konversi ke dolar AS.
Dana yang diperoleh dari penerbitan instrumen ini nantinya dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan anggaran negara.
>>> Rafael van der Vaart Minta Maaf atas Komentar Stereotip Rasial di Piala Dunia 2026
Selain itu, dana juga digunakan untuk pembiayaan proyek infrastruktur dan pendanaan berbagai program investasi strategis nasional lainnya.
Update Terbaru
Marc Cucurella Resmi Pindah ke Real Madrid dari Chelsea
Jumat / 19-06-2026, 15:53 WIB
Harga Emas Antam 19 Juni 2026 Stagnan Sore Ini
Jumat / 19-06-2026, 15:52 WIB
Tim Cook Beri Sinyal Kenaikan Harga Produk Apple
Jumat / 19-06-2026, 15:52 WIB
BABYMONSTER Jadi Wajah Baru Oppo Reno16 Series, Pre-order Dibuka di Indonesia
Jumat / 19-06-2026, 15:52 WIB
Pentagon Akui Grok AI Digunakan untuk Targetkan Ribuan Misil ke Iran
Jumat / 19-06-2026, 15:52 WIB
DFSK Resmi Debutkan E5 PLUS Setir Kanan, Kapan ke Indonesia?
Jumat / 19-06-2026, 15:52 WIB
Chery J6 EREV Terpantau di Jalanan, Siap Hadir di Indonesia?
Jumat / 19-06-2026, 15:52 WIB
Sandisk Luncurkan Koleksi Resmi Piala Dunia 2026, Termasuk Flashdisk Berbentuk Peluit
Jumat / 19-06-2026, 15:52 WIB
Harga Pangan 18 Juni 2026 Naik Dipimpin Cabai dan Beras
Jumat / 19-06-2026, 15:49 WIB
Iran Bebaskan Biaya Melintas di Selat Hormuz Selama 60 Hari
Jumat / 19-06-2026, 15:49 WIB
Final IBL 2026: Pelita Jaya Hadapi Debutan Bogor Hornbills
Jumat / 19-06-2026, 15:49 WIB
BSI dan BAZNAS Salurkan Zakat Rp1 Triliun, Luncurkan Green Zakat
Jumat / 19-06-2026, 15:49 WIB
Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Ekonomi Lanjutan Kuartal III
Jumat / 19-06-2026, 15:49 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.804 per Dolar AS pada 19 Juni 2026
Jumat / 19-06-2026, 15:49 WIB






