Wakil Ketua MPR RI M. Hidayat Nur Wahid menyatakan dukungan terhadap kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Ia mendorong seluruh pihak menjalankan komitmen tersebut secara konsisten.

in1

>>> Kemenhub Intensifkan Rampcheck Bus Selama Libur Sekolah 2026

Menurut Hidayat, langkah ini penting untuk mencegah krisis global dan mengembalikan perhatian dunia pada upaya mengakhiri tragedi kemanusiaan di Gaza.

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, ia mengapresiasi prakarsa perdamaian yang dimediasi Pakistan, Qatar, dan Arab Saudi.

Mediasi tersebut dinilai membuka peluang meredakan ketegangan kawasan yang berpotensi memengaruhi stabilitas politik dan ekonomi dunia.

"Kita tentu berterima kasih dan mengapresiasi tinggi prakarsa Pakistan, Qatar dan Arab Saudi yang efektif bergerak sehingga naskah perdamaian bisa disetujui dan ditandatangani," ujar Hidayat.

Ia menekankan bahwa implementasi kesepakatan harus menjadi perhatian bersama agar tidak berhenti pada penandatanganan semata. Seluruh pihak diharapkan aktif mengawal pelaksanaan perjanjian sesuai tahapan yang disepakati.

Hidayat menambahkan, konsistensi para pihak diperlukan untuk menghindarkan dunia dari ancaman krisis berkepanjangan, termasuk dampak ekonomi akibat terganggunya jalur perdagangan energi internasional.

>>> IKN dan Korea Selatan Resmi Bangun Pusat Kerja Sama Kota Cerdas Rp115,94 Miliar

"Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, penting juga bisa segera menurunkan harga minyak dunia yang sangat membebani banyak negara, termasuk Indonesia," katanya.

Ia berpendapat meredanya ketegangan AS-Iran seharusnya menjadi momentum untuk kembali memfokuskan perhatian internasional pada penyelesaian konflik di Gaza dan Palestina.

"Memang Gaza/Palestina tidak disebut dalam perjanjian tersebut, tetapi penting diingatkan, dengan berhentinya perang AS versus Iran itu maka perjanjian damai yang hentikan tragedi di Gaza/Palestina penting segera bisa diwujudkan juga," ujarnya.

Menurut Hidayat, upaya menghadirkan perdamaian menyeluruh di kawasan harus mencakup perlindungan warga sipil, penegakan hukum internasional, serta dukungan terhadap penyelesaian konflik yang adil dan berkelanjutan.

Ia juga mendorong Indonesia terus memainkan peran diplomatik sesuai amanat konstitusi dalam mendukung perdamaian dunia.

"Pemerintah Indonesia juga bisa terus memainkan peran penting politik luar negerinya untuk terciptanya perdamaian dunia dan merdekanya Palestina, di samping tetap fokus mengatasi masalah-masalah domestik di Indonesia," ujarnya.

>>> Daihatsu Catat Kenaikan Penjualan Retail dan Pangsa Pasar pada Mei 2026

Hidayat berharap kesepakatan damai tersebut benar-benar dapat dijalankan sehingga berkontribusi terhadap stabilitas kawasan, pemulihan ekonomi global, dan terciptanya perdamaian yang lebih luas.