Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa BI membuka kembali window lelang instrumen repurchase agreement (repo) untuk tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan guna menjaga likuiditas.

Hingga 17 Juni 2026, aksi beli SBN di pasar mencapai Rp 156,98 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder senilai Rp 76,62 triliun.

in1

Perry menambahkan bahwa uang primer (M0) pada Mei 2026 tumbuh 14,8% (year on year/yoy), naik dari 14,1% pada April 2026.

Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada April 2026 tumbuh 9,2% (yoy), melanjutkan tren ekspansi dari bulan sebelumnya yang tumbuh 9,7% (yoy).

>>> Subsidi Energi APBN 2026 Berisiko Melonjak Rp50-75 Triliun

"Ke depan, pertumbuhan uang beredar akan terus dikelola sehingga tetap konsisten menjaga stabilitas dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sinergi kebijakan Bank Indonesia dan pemerintah," terang Perry.