Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengapresiasi langkah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate.

Kebijakan ini dinilai diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

in1

>>> Pupuk Indonesia Raup Laba Rp6,7 Triliun, Melonjak 230 Persen

“Kami optimistis bisa melewati situasi ini. Tanda-tanda perbaikan sudah mulai terlihat.

Kenaikan suku bunga yang dilakukan BI memang ditujukan untuk menjaga stabilitas dan kami mengapresiasi langkah tersebut,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie di Jakarta, Jumat.

Anindya yang akrab disapa Anin menyampaikan Kadin siap memperkuat sinergi dengan BI hingga tingkat daerah. Sinergi ini untuk mendukung berbagai agenda pembangunan ekonomi.

Dengan jaringan Kadin yang tersebar di 514 kabupaten dan kota serta berbagai asosiasi bisnis, dunia usaha siap berkontribusi dalam peningkatan investasi, ekspor, hilirisasi, dan penguatan UMKM.

Ia menambahkan pelaku usaha terus berupaya meningkatkan ekspor untuk memperbesar surplus perdagangan dan menambah pasokan devisa. Kadin juga mendorong masuknya investasi asing langsung guna memperkuat kapasitas industri nasional.

“Kami melihat optimisme tetap ada. Tantangan memang besar, tetapi peluang juga terbuka lebar.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, BI, perbankan, dan dunia usaha, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk menjaga stabilitas sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujar Anin.

Komitmen BI Jaga Stabilitas dan Dukung Pertumbuhan

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan komitmen BI untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan nasional.

>>> Konsumsi Pereda Nyeri Berlebihan Bisa Sebabkan Sakit Kepala Berulang

BI akan mengerahkan seluruh kebijakan yang dimiliki untuk menjaga stabilitas dan mendukung program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Pesan kami sederhana. Pertama, optimistis.