PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) mencatat lonjakan laba bersih sebesar 230 persen secara tahunan menjadi Rp6,70 triliun.

Capaian ini didorong oleh transformasi bisnis yang mulai menunjukkan hasil.

in1

>>> Konsumsi Pereda Nyeri Berlebihan Bisa Sebabkan Sakit Kepala Berulang

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menyatakan transformasi perusahaan sudah mulai membuahkan hasil. Ia menekankan pentingnya konsistensi sambil tetap siap menghadapi perubahan pasar dan kebijakan.

Hingga Mei 2026, Pupuk Indonesia Group mencatat pendapatan year-to-date (YTD) sebesar Rp47,71 triliun. Angka ini tumbuh 49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja operasional yang semakin kuat mendorong EBITDA mencapai Rp11,36 triliun atau meningkat 132 persen. Sementara itu, laba bersih melonjak 230 persen secara tahunan.

Transformasi dan Strategi ke Depan

BP BUMN dan Danantara terus mendorong PIHC untuk memperkuat kinerja bisnis sekaligus menjaga perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

>>> Usulan MTsN 2 Bogor Mengemuka saat Kunjungan Menko AHY

Pada 19 Juni 2026, Dony menggelar pertemuan dengan direksi PIHC untuk membahas perkembangan bisnis dan isu strategis.

Pembahasan difokuskan pada dinamika bisnis dan pasar pupuk, pengelolaan risiko akibat fluktuasi harga komoditas, antisipasi perubahan skema subsidi, serta penguatan tata kelola distribusi pupuk bersubsidi.

Langkah-langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan.

Dony menilai capaian kinerja Pupuk Indonesia menunjukkan transformasi bisnis berada di jalur yang tepat.

>>> Pelatih Meksiko Akui Timnya Susah Payah Kalahkan Korea Selatan

Melalui penguatan transformasi, pengelolaan risiko yang adaptif, dan tata kelola distribusi yang lebih baik, Pupuk Indonesia diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional.