Pemerintah Indonesia dan Kuwait sepakat memperkuat kerja sama di sektor perdagangan, investasi, dan energi. Kesepakatan ini diambil dalam pertemuan bilateral di Jakarta pada Jumat (19/6/2026).

Langkah strategis ini bertujuan menghadapi ketidakpastian geopolitik global yang tengah berlangsung. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Khalid Jassim Alyassin.

in1

>>> Kenaikan BI Rate Berpotensi Picu Kredit Macet Properti

Salah satu fokus utama adalah keterlibatan Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC) dalam delapan kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi di Indonesia.

Wilayah eksplorasi mencakup Pulau Buton, Laut Natuna, Kalimantan Timur, dan Anambas.

Hubungan Diplomatik yang Kuat

"Indonesia dan Kuwait memiliki hubungan diplomatik dengan fondasi yang kuat. Hal ini penting dalam memperluas kerja sama bilateral," kata Airlangga dalam keterangan tertulis.

Kedua negara sepakat untuk terus bekerja sama dalam ketahanan energi di tengah ketidakpastian geopolitik. Penguatan kerja sama ini didukung oleh sejumlah nota kesepahaman yang telah disepakati sebelumnya.

Termasuk MoU Kerja Sama Migas dan Petrokimia tahun 2019, serta kesepakatan ekonomi dan perdagangan sejak 2007. Hubungan perdagangan kedua negara mencatatkan pertumbuhan positif.

>>> Polda Metro Jaya Tangkap Roy Suryo dan dr Tifa Terkait Kasus Ijazah Jokowi

Total nilai perdagangan pada 2025 meningkat 10,69 persen menjadi US$ 606 juta dari US$ 547,5 juta pada 2024.

Nilai investasi Kuwait di Indonesia melonjak signifikan dari US$ 290 ribu pada 2024 menjadi US$ 1,2 juta pada 2025, yang didominasi sektor migas.

"Berbagai Nota Kesepahaman yang dimiliki kedua negara menunjukkan signifikansi peran Indonesia bagi Kuwait, khususnya di bidang ekonomi," ujar Dubes Khalid.

Selain berkomitmen mengawal implementasi nota kesepahaman yang ada demi ketahanan energi, kedua pihak juga mempercepat penyelesaian perundingan Indonesia-GCC Free Trade Agreement.

>>> TikTok Catat Pengguna di Asia Tenggara Tembus 460 Juta

Perundingan ditargetkan rampung pada akhir 2026.