Kenaikan biaya pendidikan yang konsisten setiap tahun menjadi tantangan finansial besar bagi orang tua.

Persiapan matang sejak dini diperlukan agar tidak terjadi celah keuangan yang mengganggu stabilitas rumah tangga.

in1

>>> Rating Drakor Perfect Crown Episode 3 Melonjak, Kuasai Slot Jumat Malam

Memulai tabungan pendidikan sedini mungkin menjadi kebutuhan mendesak karena laju inflasi biaya pendidikan di Indonesia cenderung lebih tinggi daripada inflasi umum.

Kondisi ini menuntut strategi alokasi aset yang cermat.

Langkah Menghitung Dana Pendidikan

Langkah awal menyusun perencanaan adalah kalkulasi akurat dengan mempertimbangkan komponen biaya masa depan dan faktor inflasi tahunan.

Orang tua perlu mengidentifikasi jenjang pendidikan yang dituju, baik di dalam maupun luar negeri.

Perhitungan harus mencakup total uang pangkal dan SPP bulanan saat ini, lalu diproyeksikan dengan asumsi kenaikan biaya sekitar 10% hingga 15% per tahun.

Biaya pendukung seperti buku, seragam, transportasi, hingga biaya hidup juga harus dimasukkan.

Penentuan jangka waktu yang tersedia sebelum anak masuk sekolah sangat penting. Hal ini akan menentukan besaran setoran bulanan yang diperlukan untuk mencapai target tersebut.

Strategi Mengamankan Tabungan dari Inflasi

Orang tua disarankan tidak hanya mengandalkan tabungan konvensional yang daya belinya bisa menurun akibat inflasi fluktuatif.

>>> Wasit Piala Dunia 2026 Tunjukkan Ketegasan, Kartu Merah Lampaui Dua Edisi Sebelumnya

Instrumen investasi seperti reksa dana, emas, atau saham dapat dipilih karena memiliki potensi imbal hasil di atas laju inflasi.

Disiplin menyisihkan dana setiap bulan secara rutin dinilai lebih efektif daripada menabung dalam jumlah besar tetapi tidak teratur.

Evaluasi portofolio juga perlu dilakukan berkala setiap tahun agar target tetap selaras dengan kenaikan biaya riil.