Sebelum konflik pecah, sekitar seperlima dari total pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia bergantung pada jalur Selat Hormuz.

Analis memprediksi aktivitas perdagangan di jalur vital tersebut dapat pulih normal dalam beberapa bulan ke depan.

in1

Merespons berakhirnya konflik, sejumlah negara produsen minyak di Timur Tengah mulai bersiap memulihkan volume ekspor mereka.

Kuwait Petroleum Corp menyatakan telah mencabut status force majeure yang sempat diberlakukan selama masa konflik. Langkah serupa diambil Irak dalam mengoptimalkan kembali sumber daya energinya.

"Ladang-ladang minyak di negaranya telah siap beroperasi kembali dan pemulihan kapasitas produksi ke level normal akan dilakukan secara bertahap," tegas Menteri Minyak Irak, Basim Mohammed.

Namun, di tengah sentimen positif perdamaian tersebut, ketidakpastian geopolitik belum sepenuhnya sirna dari perhatian pasar.

>>> 30 Contoh Ucapan Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026

Kelanjutan operasi militer Israel terhadap Hizbullah di Lebanon masih menjadi perhatian karena berpotensi mempengaruhi stabilitas kesepakatan damai AS-Iran.