Alphabet Hadapi Recall Waymo dan Kehilangan Pimpinan Gemini AI
Alphabet, perusahaan induk Google, menghadapi tekanan ganda setelah unit mobil otonom Waymo melakukan penarikan massal robotaxi di Amerika Serikat dan pimpinan tim kecerdasan buatan Gemini, Noam Shazeer, memutuskan hengkang ke OpenAI.
Waymo secara resmi menarik sebanyak 3.871 armada robotaxi untuk memperbaiki sistem perangkat lunak mereka.
>>> Kejaksaan Agung Tahan Glory Harimas sebagai Tersangka Korupsi Badan Gizi Nasional
Langkah ini dipicu oleh temuan masalah teknis yang dapat membuat kendaraan otonom tersebut memasuki area konstruksi jalan tol yang ditutup dalam kecepatan tinggi.
Insiden penarikan ini menjadi perhatian serius bagi para investor yang mengawasi perkembangan kendaraan otonom dan regulasi keselamatan di dunia nyata.
Kejadian tersebut membuktikan bahwa perluasan skala robotaxi membutuhkan pengawasan ketat, bukan sekadar kemajuan teknologi di dalam laboratorium.
Manajemen Alphabet Dituntut Bertindak
Manajemen Alphabet kini dituntut untuk segera mengatasi masalah perangkat lunak Waymo demi menjaga hubungan baik dengan pihak regulator setempat.
Bersamaan dengan itu, perhatian pasar juga tertuju pada kemampuan perusahaan dalam mempertahankan peta jalan proyek Gemini pasca-kehilangan figur kepemimpinan utama.
Di samping masalah operasional Waymo, Alphabet juga harus menghadapi tekanan di sektor kecerdasan buatan akibat mundurnya talenta senior mereka.
Noam Shazeer yang mengomandani proyek model kecerdasan buatan Gemini memilih menyeberang ke OpenAI yang merupakan pesaing langsung Google.
>>> Goldman Sachs: The Fed Perlu Naikkan Suku Bunga pada September
Shazeer mengonfirmasi perpindahan tersebut melalui akun media sosial pribadinya.
Dia menyatakan rasa bangganya terhadap tim lamanya di Google dan mengekspresikan antusiasme tinggi untuk bekerja sama dengan jajaran tim di OpenAI.
Shazeer sendiri memiliki rekam jejak panjang karena telah bergabung dengan Google sejak tahun 2000 sebelum sempat keluar untuk mendirikan perusahaan Character.
AI.
Raksasa teknologi Alphabet kemudian mempekerjakan Shazeer kembali pada tahun 2024 melalui kesepakatan akuisisi hak non-eksklusif atas teknologi Character.
AI senilai 2,7 miliar dolar AS.
Menanggapi bergabungnya ilmuwan senior tersebut, CEO OpenAI Sam Altman mengungkapkan bahwa dirinya sudah menantikan momentum untuk bekerja sama dengan Shazeer sejak bertahun-tahun lalu.
>>> Luis Diaz Bawa Kolombia Kalahkan Uzbekistan di Piala Dunia 2026
Perpindahan ini memperpanjang deretan transfer insinyur tingkat atas di tengah persiapan OpenAI menggelar penawaran umum perdana atau IPO.
Update Terbaru
FIFA Undang YouTuber Korban Rasisme di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 09:56 WIB
Alasan Richard Lee Ajukan Tahanan Kota: Kemanusiaan dan Kondisi Kesehatan
Jumat / 19-06-2026, 09:55 WIB
Mako Bakery Promo Dry Cake Mulai Rp 41.000 pada 9-14 Mei 2026
Jumat / 19-06-2026, 09:55 WIB
Polisi Amankan Tongkang Batu Bara yang Didamparkan di Pangandaran
Jumat / 19-06-2026, 09:55 WIB
Awal 2026, Ekonomi Domestik Dorong Masyarakat Lebih Cermat Kelola Keuangan
Jumat / 19-06-2026, 09:55 WIB
Jadwal Piala Dunia 2026: Kanada Hadapi Qatar di Grup B
Jumat / 19-06-2026, 09:54 WIB
Kurs Dolar AS Menguat ke Rp 17.818 pada 19 Juni 2026
Jumat / 19-06-2026, 09:52 WIB
Simulasi Pajak BYD M6 DM Berdasarkan NJKB Permendagri, Capai Rp2,7 Juta
Jumat / 19-06-2026, 09:52 WIB
Swiss Hadapi Bosnia-Herzegovina, Buru Kemenangan Perdana Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 09:51 WIB
Harga Cabai di Lebak Turun Akibat Pasokan Melimpah
Jumat / 19-06-2026, 09:48 WIB
Pemkot Bogor Tanamkan Karakter Positif Siswa Lewat Program Serbukatif
Jumat / 19-06-2026, 09:48 WIB
Yen Jepang Melemah ke Bawah 161 per Dolar AS, Terendah Sejak Juli
Jumat / 19-06-2026, 09:48 WIB
Lim Ji Yeon Hapus Tato Eyeliner karena Hambat Syuting Drama
Jumat / 19-06-2026, 09:48 WIB
Tottenham Hotspur Resmi Rekrut Jan Paul van Hecke dari Brighton
Jumat / 19-06-2026, 09:48 WIB






