Waymo, perusahaan taksi otonom di Amerika Serikat, menarik kembali ribuan robotaxi setelah ditemukan masalah perangkat lunak yang membuat kendaraan tidak mampu mengenali jalan tol yang ditutup atau area konstruksi.

Penarikan ini mencakup lebih dari 3.800 kendaraan yang menggunakan sistem mengemudi otonom generasi kelima (5th Generation Automated Driving System/ADS).

in1

>>> Son Heung-min Berambisi Pecahkan Rekor Gol Terbanyak Korea Selatan di Piala Dunia

Masalahnya bukan pada perangkat keras, melainkan pada perangkat lunak yang berpotensi membuat robotaxi menerobos penghalang, gerbang, rantai, atau objek lain yang digunakan untuk mengalihkan arus lalu lintas di area konstruksi.

Waymo telah mendistribusikan pembaruan perangkat lunak untuk mengatasi masalah tersebut di seluruh armada. Karena semua kendaraan dimiliki langsung oleh perusahaan, tidak ada unit yang diperkirakan luput dari pembaruan.

Tantangan Kendaraan Otonom

Kasus ini kembali mengingatkan bahwa teknologi kendaraan otonom masih dalam tahap pengembangan.

Sistem otonom bekerja baik ketika kondisi jalan sesuai dengan yang dipelajari, namun kesulitan saat kondisi berubah mendadak.

>>> Prabowo Panggil Direksi Himbara ke Istana, Bahas Pengelolaan Bank BUMN

Penarikan terbaru ini terjadi setelah Waymo sebelumnya menghadapi masalah lain.

Awal tahun ini, perusahaan menghentikan sementara layanan di beberapa kota karena robotaxi berulang kali menerobos jalan yang tergenang banjir.

Satu kendaraan bahkan sempat terjebak hampir satu jam di tengah genangan banjir di Atlanta sebelum operator manusia turun tangan.

Meski tidak menyebabkan kegagalan besar, insiden-insiden ini menyoroti tantangan yang terus berulang bagi kendaraan otonom.

>>> Biaya Tol dan Konsumsi Daya Geely EX2 Rute Jakarta-Yogyakarta

Di tengah persaingan layanan robotaxi yang semakin intensif, Uber baru-baru ini mengumumkan kemitraan dengan Stellantis dan Wayve untuk menghadirkan layanan transportasi otonom skala besar.