Alphabet, induk perusahaan Google, tengah menghadapi dua tantangan besar secara bersamaan.

Unit kendaraan otonomnya, Waymo, menarik hampir 4.000 robotaksi di Amerika Serikat, sementara peneliti utama model AI Gemini, Noam Shazeer, memutuskan pindah ke OpenAI.

in1

>>> Umat Islam Peringati Tahun Baru Hijriyah dengan Khutbah Jumat Penuh Makna

Penarikan sukarela yang dilakukan Waymo melibatkan 3.871 armada robotaksi.

Langkah ini diambil untuk memperbaiki perangkat lunak yang berpotensi membuat kendaraan melaju kencang di zona konstruksi jalan tol tertutup.

Insiden ini menguji kendali risiko dan eksekusi operasional Alphabet. Perusahaan telah menginvestasikan miliaran dolar dalam infrastruktur kecerdasan buatan.

Kehilangan Peneliti Kunci Gemini

Di saat yang sama, Alphabet kehilangan Noam Shazeer, peneliti terkemuka yang memimpin pengembangan model AI Gemini. Shazeer mengumumkan kepindahannya ke OpenAI melalui unggahan di platform media sosial X.

>>> Richard Lee Ajukan Penangguhan Penahanan karena Kesehatan Memburuk

Langkah ini menjadi pukulan bagi Alphabet dalam persaingan mengembangkan model kecerdasan buatan paling kuat.

Bloomberg melaporkan bahwa perekrutan Shazeer merupakan keuntungan besar bagi OpenAI yang sedang bersiap melakukan penawaran umum perdana (IPO).

Sebelumnya, Shazeer sempat mendirikan Character. AI sebelum ditarik kembali oleh Google pada 2024 melalui kesepakatan non-eksklusif senilai USD 2,7 miliar.

>>> Produser Musik Tay Keith Meninggal Dunia di Nashville

Kepindahannya memperpanjang tren transfer talenta senior di antara raksasa teknologi global.