Proyek yang menghasilkan soda kaustik dan ethylene dichloride untuk bahan baku PVC ini digarap bersama Danantara Indonesia dan Indonesia Investment Authority (INA).

Fasilitas tersebut ditargetkan beroperasi pada 2027 dengan kapasitas 400 ribu ton soda kaustik dan 500 ribu ton EDC per tahun.

in1

>>> Pemain Roblox Bisa Klaim Kode Redeem Slime RNG Mei 2026 Terbaru

Sementara itu, integrasi Aster mendongkrak capaian EBIT tertinggi sepanjang sejarah berkat sokongan margin pengilangan yang kuat.

TPIA mencatatkan EBIT konsolidasian sebesar US$ 468 juta dan laba bersih senilai US$ 205 juta pada kuartal I-2026.

Analis memproyeksikan tren margin pengilangan acuan Singapura bakal tetap kokoh.

Selisih harga produk hasil pengilangan dan minyak mentah (crack spread) diperkirakan bertahan di atas US$ 10 per barel.

Nilai ini sempat menyentuh US$ 30 per barel kala konflik Timur Tengah bergejolak, dari posisi semula di bawah US$ 5 per barel.

Investasi pada Aster berpotensi mempercepat periode pengembalian modal sekaligus menyehatkan struktur liabilitas TPIA.

Akuisisi senilai US$ 255 juta ini mendatangkan keuntungan nilai aset US$ 1,7 miliar serta EBIT energi sebesar US$ 556 juta pada kuartal I-2026.

Keuntungan satu kali tersebut memperkokoh neraca keuangan dan melonggarkan ruang pendanaan utang. Posisi rasio utang terhadap ekuitas tetap terjaga di bawah batas maksimal 1 kali sesuai kesepakatan pembiayaan.

Di pasar modal, saham TPIA diperdagangkan dengan proyeksi PER 2026 sekitar 15,1 kali.

"Ini relatif sejalan dengan rata-rata tertimbang proyeksi PER 2026 sebesar 15-16 kali yang dimiliki perusahaan petrokimia dan kilang minyak global sejenis," ungkap Michael dan Nizam.

TPIA telah menaikkan porsi kepemilikan saham publik (free float) dari 10% menjadi 25,7%. Angka ini melampaui batas minimal regulasi pasar modal Indonesia yang sebesar 15%.

Divestasi oleh SCG Chemicals dilakukan sebagai bagian dari strategi pengurangan utang, namun mereka tetap menggenggam 15,71% saham.

>>> Venjii Hernando Perkuat Ekosistem Bisnis Kemitraan di Indonesia

Tiga pemegang saham pengendali, yakni Barito Pacific, SCGC, dan Thai Oil, total menguasai 74,3% saham TPIA.