Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima kunjungan Duta Besar Finlandia untuk Indonesia H.E. Pekka Kaihilahti di Balai Kota pada Kamis (18/6/2026).

Pertemuan itu membahas peluang investasi besar, terutama proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

in1

>>> Rupiah Melemah ke Rp 17.794 per Dolar AS, Tertekan Faktor Global dan Domestik

Pembahasan utama difokuskan pada proyek PSEL di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun. Selain itu, dibahas pula program prioritas di bidang pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Saat ini Kota Medan menghasilkan sampah hingga 1.500 ton per hari.

Fasilitas bantuan Pemerintah Pusat tersebut diklaim mampu memproses hingga 2.000 ton sampah per hari untuk disalurkan ke jaringan PLN.

Pemerintah Kota Medan juga tengah mengembangkan Sekolah Rakyat bagi anak-anak kurang mampu. Program pemberian makan bergizi gratis (MBG) juga sudah diterapkan.

Potensi Ekonomi Medan

Sebagai kota terbesar di Sumatera, Medan memiliki infrastruktur memadai seperti dermaga pelabuhan di Belawan dan Kawasan Industri Medan (KIM).

>>> Polisi Tangkap Preman Pemeras Wisatawan di Bukit Lamreh Aceh Besar

Wilayah multikultural ini mencatatkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,5 persen.

"Kekuatan utama Medan terletak pada pusat logistik, transportasi, dan pergudangan.

Kota ini merupakan gerbang maritim strategis yang berhadapan langsung dengan jalur perdagangan internasional seperti Malaysia, Singapura, Myanmar, Kamboja, dan China," kata Rico Waas.

Duta Besar Finlandia Pekka Kaihilahti mengapresiasi keterbukaan Pemko Medan. Ia menilai kedua negara memiliki kesamaan pandangan dalam pembangunan meski terpisah jarak geografis yang jauh.

>>> Harga Emas Antam di Pegadaian 19 Juni 2026 Turun Signifikan

Sejumlah perusahaan teknologi asal Finlandia, termasuk Nokia, berkomitmen untuk terus fokus pada pengembangan infrastruktur digital, kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, hingga pusat data di Indonesia.