Toyota memiliki terlalu banyak varian model, dan CEO baru perusahaan, Kenta Kon, berencana melakukan perampingan besar-besaran.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip Autonews, Kon mengatakan bahwa divisi pengembangan menghadapi masalah dengan meningkatnya jumlah spesifikasi dan varian yang mendorong kenaikan biaya.

in1

>>> Mobil Jet Bertenaga Mesin Bom Nuklir Ditarik dari Lelang

Ia menekankan perlunya mengevaluasi model dan varian yang tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap laba perusahaan.

Sejak pengumuman restrukturisasi pada Mei lalu, Toyota telah membatalkan rencana produksi Lexus LF-ZC, sebuah sedan listrik yang semula dijadwalkan hadir pada 2027.

Model yang Berpotensi Dipangkas

Salah satu kandidat kuat adalah Toyota Mirai, yang hanya terjual 210 unit di Amerika Serikat tahun lalu.

Sebagai perbandingan, dealer menjual 576 unit GR86 hanya dalam satu bulan Desember.

>>> BMW Buka Pemesanan i3 First Edition dengan Tenaga 463 HP

Toyota Crown juga kurang diminati di AS, dengan penurunan penjualan lebih dari 37% menjadi 12.309 unit tahun lalu.

Namun, varian Crown Signia justru menunjukkan peningkatan, dengan penjualan lebih dari dua kali lipat menjadi 20.550 unit.

Toyota Tundra juga dinilai memiliki terlalu banyak varian, dengan 10 varian dan empat konfigurasi kabin serta bak.

Di antaranya ada empat varian mewah—Limited, Platinum, Capstone, dan 1794 Edition—dengan selisih harga kurang dari $2.000 antara Platinum dan 1794 Edition.

>>> Lego Buat Koenigsegg Sadair's Spear Ukuran Asli, Tembus 69 MPH

Pertanyaannya, apakah Toyota benar-benar membutuhkan keduanya?