Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak pada rentang 6.100 hingga 6.250 pada perdagangan Jumat (19/6/2026).

Proyeksi ini muncul setelah MSCI Inc. mempertahankan posisi pasar saham Indonesia di kelompok emerging markets.

in1

>>> Militer AS Gunakan AI Grok untuk Serangan Udara di Iran

Pada perdagangan Kamis (18/6/2026), IHSG turun 0,78 persen atau 48,40 poin ke level 6.172,34.

Nilai transaksi tercatat Rp17,95 triliun dengan volume perdagangan 23,68 miliar saham.

Analis Phintraco Sekuritas menyebut pelemahan dipengaruhi sikap waspada pelaku pasar menjelang pengumuman MSCI dan rebalancing FTSE.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan berkonsolidasi di kisaran 6.100-6.250.

>>> Harga Emas Spot Turun Akibat Sinyal Hawkish The Fed

Penurunan Aksesibilitas Pasar

MSCI menurunkan penilaian kriteria Information Flow Indonesia dari peringkat "+" menjadi "-".

Kekhawatiran aksesibilitas muncul akibat ketidakjelasan struktur kepemilikan saham dan indikasi perdagangan terkoordinasi yang mengganggu pembentukan harga wajar.

Penurunan ini menempatkan Indonesia bersama Turki sebagai negara dengan kemunduran aksesibilitas pasar tahun ini.

MSCI juga menyoroti keterbatasan data pasar saham Indonesia yang belum sepenuhnya tersedia dalam bahasa Inggris.

>>> Ilmuwan Temukan Kuburan Paus Purba Terbesar di Dasar Laut Australia

Meski demikian, status emerging market Indonesia tetap dipertahankan.