Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengumumkan kebijakan kuota pemain asing dan insentif finansial bagi klub dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI pada Senin (15/6/2026).

Kebijakan ini bertujuan meningkatkan kualitas kompetisi domestik sekaligus menjaga ruang bagi talenta lokal.

in1

>>> Robert Lewandowski Jalani Laga Kandang Terakhir Bersama Barcelona

Aturan Berbeda untuk Championship dan Super League

PSSI membedakan regulasi antara kasta tertinggi dan kompetisi di bawahnya karena perbedaan karakteristik.

Di Championship, aturan ketat diterapkan: hanya tiga pemain asing, pemain U-21 wajib bermain 90 menit secara kumulatif, dan pelatih harus orang Indonesia.

Sementara itu, Super League memiliki kompleksitas lebih tinggi karena aturan di Asia Tenggara dan Asia tidak membatasi pemain asing.

Erick Thohir menegaskan jika Indonesia tidak mengikuti regulasi tersebut, kompetisi akan terus merosot.

Untuk musim depan, Super League diproyeksikan mempertahankan regulasi musim 2025/2026 dengan kuota pendaftaran sebelas pemain asing.

>>> Dishub DKI Atur Lalu Lintas di Sekitar TMP Kalibata saat Ziarah Nasional

Dari jumlah itu, sembilan pemain dapat dimasukkan ke daftar susunan pemain dan tujuh pemain diperbolehkan bermain.

Insentif untuk Klub yang Memaksimalkan Pemain Lokal

I. League juga menyiapkan dana tambahan bagi klub yang memberikan menit bermain lebih banyak kepada pemain lokal.

Erick Thohir menjelaskan klub yang memainkan pemain Indonesia lebih banyak akan mendapatkan tambahan pendanaan.

PSSI menargetkan peringkat Super League dapat menembus jajaran sepuluh besar Asia.

>>> MoraRepublic Proyeksikan Pelanggan Internet Melonjak 80% pada Kuartal II/2026

Saat ini peringkat Super League telah naik dari posisi ke-25 menjadi 16 besar Asia.