Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan mengevaluasi ulang usulan pagu indikatif Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp 270 triliun. Angka itu dinilai terlalu besar dan akan disusun ulang.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menyampaikan langkah penataan ulang ini di Jakarta pada Kamis (18/6/2026).

>>> Lego Luncurkan Set Mainan KPop Demon Hunters Pertama Agustus Mendatang

Rencana penyusunan ulang struktur anggaran tersebut awalnya diajukan oleh Kepala BGN terdahulu, Dadan Hindayana.

Nilai usulan itu dianggap melebihi estimasi kebutuhan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Pihak BGN kini tengah menjadwalkan pertemuan intensif bersama Kementerian Keuangan untuk menghitung kembali porsi anggaran belanja tahun depan secara lebih rasional.

Target penerima manfaat yang sebelumnya diasumsikan mencapai 81 juta jiwa bakal disisir ulang. Tujuannya agar program intervensi gizi berjalan lebih efisien.

Koordinasi dengan DPR dan Kemenkeu

Evaluasi menyeluruh ini juga melibatkan DPR yang telah memberikan tenggat waktu khusus bagi BGN untuk mematangkan draf anggaran baru.

Fokus perbaikan tata kelola ini ditargetkan rampung melalui serangkaian pembahasan dalam waktu dekat.

"2027 itu sekitar Rp 270 triliun dengan asumsi penerima manfaat sekitar 81 juta. Tapi sekali lagi itu diajukan oleh masa yang dulu.

Sementara kami menganggap kalau kita melihat secara umum lah ya dari data yang ada atau kalau kita bandingkan dengan RPJMN itu sebenarnya sudah jauh sekali loh," ujar Agustina.

Proses koordinasi formal dengan otoritas keuangan negara segera bergulir demi merumuskan rincian angka yang lebih tepat guna.

>>> Sidney Miller Terima Bantuan, Kota Sidney Siapkan Air Darurat

Langkah efisiensi anggaran tetap berjalan seraya menunggu hasil kalkulasi final dari seluruh data penerima.