"Kemarin dengan DPR sudah sepakat kami diberi waktu 1 bulan untuk kami susun ulang lagi.

Nah jadi besok kami bahas dengan Kementerian Keuangan lalu minggu depan juga kami bahas lagi. Jadi kalau ditanya sekarang berapa bu angka detailnya?

kami belum bisa menyampaikan tapi angka itu lahir dari asumsi 81 juta penerimaan manfaat 270 itu kami anggap masih terlalu besar lah ya," jelas Agustina.

Di samping koordinasi lintas kementerian, BGN menyerap masukan dari Kementerian Kesehatan serta jajaran pakar untuk menajamkan sasaran program.

Skema pemangkasan potensi penerima dari kelompok masyarakat mampu, seperti pelajar SMA kaya, ikut dikaji dalam refocusing tersebut.

"Nah kami meng-exercise lagi berapa sih kira-kira yang bisa kita efisienkan lagi. Sementara memang sekali lagi ini belum final, karena belum dibahas.

Tapi kami masih akan terus membahas lah. Jadi kalau kita menggunakan angka-angka penerima manfaat menurut RPJMN.

Nah itu kami exercise berapa nilainya menurut RPJMN 2027 berapa nilainya itu sedang kami exercise.

>>> Gunung Semeru Erupsi 19 Kali, Kolom Abu Capai 1.200 Meter

Tapi tujuannya adalah bagaimana supaya indikator tujuan intervensi gizi ini tercapai tetapi penerima manfaatnya lebih fokus," pungkas Agustina.